PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Sylva kelompok usia 10 tahun (U-10) sukses menempati posisi runner-up atau juara kedua dalam ajang Festival Piala Presiden Zona Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2026.
Dalam laga pamungkas yang berjalan ketat. Sylva U-10 harus menyerah dari SSB Bina Talenta Hanau dengan kedudukan 0-4. Walaupun belum berhasil merengkuh trofi juara pertama, pencapaian ini tetap dinilai sebagai langkah maju yang sangat baik untuk pengembangan talenta sepak bola usia dini.
Mengomentari hasil tersebut, pelatih Sylva U10, Coach Edwin. Menyampaikan bahwa partisipasi di kompetisi ini memberikan pelajaran penting bagi skuad mudanya, terutama dalam mengasah skill dan memperkuat mental di lapangan.
“Anak-anak sudah berusaha maksimal. Turnamen seperti ini menjadi bagian dari proses pembinaan agar mereka terus berkembang,” tutur Edwin dalam keterangan nya, Senin (29/6/2026).
Di sisi lain, Hirsuf yang juga merupakan pelatih Sylva, menyoroti meratanya performa tim-tim yang berlaga di Festival Piala Presiden 2026. Ia mengamati bahwa nyaris semua tim yang bertanding memperlihatkan teknik bermain yang mumpuni dan kompetitif.
“Peserta festival tahun ini hampir semuanya bagus-bagus dan permainannya cukup merata. Mudah-mudahan dari mereka nanti ada yang bisa menjadi pemain Tim Nasional Indonesia, mengharumkan nama daerah, serta bisa mengangkat derajat orang tuanya,” ucap Hirsuf.
Lebih jauh, dirinya menaruh harapan besar agar proses pengembangan pemain muda di wilayah Kalimantan Tengah. Teristimewa di Kota Palangka Raya, dapat terus maju dengan sokongan dari berbagai elemen, demi mencetak pesepak bola masa depan yang berkualitas.
Sebagai informasi, kompetisi Festival Piala Presiden Zona Kalteng 2026 ini tidak hanya untuk U-10, melainkan juga melombakan kelompok umur 12 tahun (U-12).
SSB dari sejumlah wilayah turut meramaikan kejuaraan ini. Di antaranya perwakilan dari Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan.
Digelarnya turnamen ini diproyeksikan sebagai sarana pembinaan sekaligus ajang pemandu bakat, untuk menemukan calon-calon bintang lapangan hijau yang kelak sanggup menorehkan prestasi, baik di level daerah maupun kancah nasional. (her)


