Prof Bhayu Resmi Dilantik Jadi Rektor UPR: Kemdiktisaintek Tekankan Dampak Nyata Perguruan Tinggi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi melantik Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030.

Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 220/M/Kep/2026 dan Keputusan Nomor 29823/M/KPT.KP/2026. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Prof. Bhayu Rhama dipercaya memimpin perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah tersebut untuk masa jabatan empat tahun ke depan menggantikan pimpinan periode sebelumnya yaitu Prof. Salampak.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa pelantikan pimpinan perguruan tinggi bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan penyerahan tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata di dunia pendidikan.

Baca Juga :  Satgas Pangan Cek Stok Bapok, Ini Hasilnya

“Acara pelantikan ini bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan wujud pengukuhan amanah dan pengabdian,” tegas Prof. Badri Munir Sukoco dalam arahannya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan arus perubahan global yang cepat, perguruan tinggi dituntut untuk bertransformasi dan tidak lagi berjalan dengan pola-pola lama. Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah dan masyarakat.

“Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong semangat ‘Diktisaintek Berdampak’, yaitu pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada capaian administratif dan akademik semata, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, pembangunan daerah, dan masa depan Indonesia,” ujar Prof. Badri.

Electronic money exchangers listing

Prof. Badri juga berpesan kepada Rektor UPR yang baru agar menghadirkan tata kelola kampus yang lincah, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil dan dampak. Kampus diharapkan menjadi pusat inovasi yang responsif terhadap persoalan daerah maupun nasional.

Baca Juga :  Susunan Eselon akan Diganti dengan Jabatan Fungsional yang Menghargai

“Kita membutuhkan kampus yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus tangguh menghadapi perubahan global,” tuturnya.

Selain pelantikan Rektor UPR, pada kesempatan yang sama Kemdiktisaintek juga melantik sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri, pejabat LLDikti, pejabat administrator, serta kepala sekolah menengah di lingkungan kementerian.

Pihak kementerian turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan UPR periode sebelumnya atas jasa dan dedikasinya dalam membina serta mengembangkan Universitas Palangka Raya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi melantik Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030.

Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 220/M/Kep/2026 dan Keputusan Nomor 29823/M/KPT.KP/2026. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Prof. Bhayu Rhama dipercaya memimpin perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah tersebut untuk masa jabatan empat tahun ke depan menggantikan pimpinan periode sebelumnya yaitu Prof. Salampak.

Electronic money exchangers listing

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa pelantikan pimpinan perguruan tinggi bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan penyerahan tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata di dunia pendidikan.

Baca Juga :  Satgas Pangan Cek Stok Bapok, Ini Hasilnya

“Acara pelantikan ini bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan wujud pengukuhan amanah dan pengabdian,” tegas Prof. Badri Munir Sukoco dalam arahannya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan arus perubahan global yang cepat, perguruan tinggi dituntut untuk bertransformasi dan tidak lagi berjalan dengan pola-pola lama. Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah dan masyarakat.

“Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong semangat ‘Diktisaintek Berdampak’, yaitu pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada capaian administratif dan akademik semata, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, pembangunan daerah, dan masa depan Indonesia,” ujar Prof. Badri.

Prof. Badri juga berpesan kepada Rektor UPR yang baru agar menghadirkan tata kelola kampus yang lincah, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil dan dampak. Kampus diharapkan menjadi pusat inovasi yang responsif terhadap persoalan daerah maupun nasional.

Baca Juga :  Susunan Eselon akan Diganti dengan Jabatan Fungsional yang Menghargai

“Kita membutuhkan kampus yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus tangguh menghadapi perubahan global,” tuturnya.

Selain pelantikan Rektor UPR, pada kesempatan yang sama Kemdiktisaintek juga melantik sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri, pejabat LLDikti, pejabat administrator, serta kepala sekolah menengah di lingkungan kementerian.

Pihak kementerian turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan UPR periode sebelumnya atas jasa dan dedikasinya dalam membina serta mengembangkan Universitas Palangka Raya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru