Awas Jangan Sampai Tertipu! Begini Cara Membedakan Link Asli dan Palsu

  1. Periksa HTTPS, Tapi Jangan Langsung Percaya

Website resmi umumnya menggunakan HTTPS, yang ditandai dengan ikon gembok di sebelah kiri alamat website.

Namun, banyak orang salah paham. HTTPS bukan berarti website tersebut pasti aman.

Saat ini, pelaku phishing juga dapat membuat website palsu yang menggunakan HTTPS.

Contoh:

Asli:

https://bca.co.id

Palsu:

Electronic money exchangers listing

https://bca-verifikasi.com

Keduanya sama-sama memiliki HTTPS, tetapi domainnya berbeda.

Ciri link palsu:

Menggunakan HTTPS tetapi nama domainnya bukan milik perusahaan resmi.

Mengandalkan ikon gembok agar korban merasa aman.

  1. Waspadai Huruf yang Sengaja Diubah

Ini adalah teknik yang sangat sering digunakan penipu. Mereka mengganti satu atau dua huruf sehingga sekilas terlihat sama.

Misalnya:

Asli:

Baca Juga :  Hal yang Selalu Diperhatikan dan Diingat Orang-Orang Cerdas untuk Mempertahankan Dirinya

google.com

Palsu:

goog1e.com

gooogle.com

g00gle.com

Atau

Asli:

bri.co.id

Palsu:

brii.co.id

brl.co.id

bri-co-id.com

Sekilas hampir tidak terlihat berbeda, terutama jika dibuka melalui ponsel.

Ciri link palsu:

Huruf “o” diganti angka “0”.

Huruf “l” diganti angka “1”.

Menambah satu huruf.

Menggunakan tanda hubung (-) secara berlebihan.

  1. Jangan Mudah Percaya Link yang Dikirim Lewat WhatsApp atau SMS

Pelaku sering mengirim pesan yang membuat korban panik atau tergiur.

Contohnya:

Akun Anda akan diblokir.

Paket Anda gagal dikirim.

Anda memenangkan hadiah.

Saldo DANA masuk.

Bantuan pemerintah sudah cair.

Klik sekarang sebelum kedaluwarsa.

Kalimat tersebut dibuat agar korban tidak sempat berpikir panjang.

  1. Periksa HTTPS, Tapi Jangan Langsung Percaya

Website resmi umumnya menggunakan HTTPS, yang ditandai dengan ikon gembok di sebelah kiri alamat website.

Namun, banyak orang salah paham. HTTPS bukan berarti website tersebut pasti aman.

Saat ini, pelaku phishing juga dapat membuat website palsu yang menggunakan HTTPS.

Electronic money exchangers listing

Contoh:

Asli:

https://bca.co.id

Palsu:

https://bca-verifikasi.com

Keduanya sama-sama memiliki HTTPS, tetapi domainnya berbeda.

Ciri link palsu:

Menggunakan HTTPS tetapi nama domainnya bukan milik perusahaan resmi.

Mengandalkan ikon gembok agar korban merasa aman.

  1. Waspadai Huruf yang Sengaja Diubah

Ini adalah teknik yang sangat sering digunakan penipu. Mereka mengganti satu atau dua huruf sehingga sekilas terlihat sama.

Misalnya:

Asli:

Baca Juga :  Hal yang Selalu Diperhatikan dan Diingat Orang-Orang Cerdas untuk Mempertahankan Dirinya

google.com

Palsu:

goog1e.com

gooogle.com

g00gle.com

Atau

Asli:

bri.co.id

Palsu:

brii.co.id

brl.co.id

bri-co-id.com

Sekilas hampir tidak terlihat berbeda, terutama jika dibuka melalui ponsel.

Ciri link palsu:

Huruf “o” diganti angka “0”.

Huruf “l” diganti angka “1”.

Menambah satu huruf.

Menggunakan tanda hubung (-) secara berlebihan.

  1. Jangan Mudah Percaya Link yang Dikirim Lewat WhatsApp atau SMS

Pelaku sering mengirim pesan yang membuat korban panik atau tergiur.

Contohnya:

Akun Anda akan diblokir.

Paket Anda gagal dikirim.

Anda memenangkan hadiah.

Saldo DANA masuk.

Bantuan pemerintah sudah cair.

Klik sekarang sebelum kedaluwarsa.

Kalimat tersebut dibuat agar korban tidak sempat berpikir panjang.

Terpopuler

Artikel Terbaru