Khasiat Bumbu Dasar Nusantara Ternyata Didukung Tradisi dan Penelitian Modern

PROKALTENG.CO-Bumbu segar masih menjadi pilihan banyak orang meski bumbu instan kini mudah ditemukan. Selain menghadirkan cita rasa khas, racikan rempah tradisional ternyata juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah lama dikenal dalam kehidupan masyarakat.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa penggunaan bumbu segar bukan sekadar tradisi kuliner.

Berbagai racikan rempah juga didukung oleh penelitian modern yang menunjukkan manfaatnya bagi tubuh.

Bumbu Segar Tetap Menjadi Pilihan

Menurut Prof Mangestuti, kemudahan memperoleh aneka rempah di Indonesia menjadi salah satu alasan berkembangnya berbagai racikan bumbu dasar.

Di tengah banyaknya produk bumbu siap pakai, bumbu segar tetap dipilih karena selain memberi cita rasa, kandungan alaminya juga masih terjaga.

Keanekaragaman hayati Indonesia melahirkan berbagai racikan yang dikenal sebagai bumbu merah, bumbu putih, dan bumbu kuning. Perbedaan komposisi rempah menghasilkan warna sekaligus karakter rasa yang berbeda pada setiap masakan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Lindungi Tubuh dari Virus dan Penyakit dengan Kombinasi 4 Herbal

Racikan Rempah Bersifat Fleksibel

Campuran bumbu dasar umumnya terdiri atas bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kencur, dan kemiri.

Menurut Prof Mangestuti, racikan tersebut bersifat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan jenis masakan. Misalnya, penambahan cabai untuk menghasilkan rasa pedas atau sereh agar aroma masakan menjadi lebih segar.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa racikan rempah selalu dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa meninggalkan penggunaan bahan segar.

“Dari perspektif kesehatan, ide ini jelas mendukung pandangan bahwa bahan segar pasti lebih kaya zat kandungan.”

Kekayaan Rempah Mendukung Kesehatan

Selain memberi rasa, berbagai rempah dalam bumbu dasar juga memiliki kandungan yang bermanfaat.

Jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, kencur, maupun kemiri dikenal memiliki karakteristik yang saling melengkapi dalam satu racikan.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Gandeng Ritel Modern

Menurut Prof Mangestuti, keberagaman rempah itulah yang membuat masyarakat Indonesia sejak lama memanfaatkan bumbu sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Tradisi yang Kini Didukung Penelitian

Campuran rempah Asia telah berkembang selama berabad-abad dan menyebar melintasi berbagai negara. Kini, berbagai penelitian modern mulai mendukung penggunaan racikan rempah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi berbagai senyawa alami di dalam rempah dipercaya mampu memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Tak heran apabila bumbu segar tetap dipertahankan sebagai bagian penting dalam tradisi memasak masyarakat hingga sekarang.

Prof Mangestuti menjelaskan bahwa penggunaan bahan segar menjadi salah satu alasan racikan tradisional tetap relevan di tengah berkembangnya produk instan.

Bagi masyarakat, bumbu dasar bukan hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang diwariskan turun-temurun dan terus dipertahankan hingga kini. (jpg)

PROKALTENG.CO-Bumbu segar masih menjadi pilihan banyak orang meski bumbu instan kini mudah ditemukan. Selain menghadirkan cita rasa khas, racikan rempah tradisional ternyata juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah lama dikenal dalam kehidupan masyarakat.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa penggunaan bumbu segar bukan sekadar tradisi kuliner.

Berbagai racikan rempah juga didukung oleh penelitian modern yang menunjukkan manfaatnya bagi tubuh.

Electronic money exchangers listing

Bumbu Segar Tetap Menjadi Pilihan

Menurut Prof Mangestuti, kemudahan memperoleh aneka rempah di Indonesia menjadi salah satu alasan berkembangnya berbagai racikan bumbu dasar.

Di tengah banyaknya produk bumbu siap pakai, bumbu segar tetap dipilih karena selain memberi cita rasa, kandungan alaminya juga masih terjaga.

Keanekaragaman hayati Indonesia melahirkan berbagai racikan yang dikenal sebagai bumbu merah, bumbu putih, dan bumbu kuning. Perbedaan komposisi rempah menghasilkan warna sekaligus karakter rasa yang berbeda pada setiap masakan.

Baca Juga :  Lindungi Tubuh dari Virus dan Penyakit dengan Kombinasi 4 Herbal

Racikan Rempah Bersifat Fleksibel

Campuran bumbu dasar umumnya terdiri atas bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kencur, dan kemiri.

Menurut Prof Mangestuti, racikan tersebut bersifat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan jenis masakan. Misalnya, penambahan cabai untuk menghasilkan rasa pedas atau sereh agar aroma masakan menjadi lebih segar.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa racikan rempah selalu dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa meninggalkan penggunaan bahan segar.

“Dari perspektif kesehatan, ide ini jelas mendukung pandangan bahwa bahan segar pasti lebih kaya zat kandungan.”

Kekayaan Rempah Mendukung Kesehatan

Selain memberi rasa, berbagai rempah dalam bumbu dasar juga memiliki kandungan yang bermanfaat.

Jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, kencur, maupun kemiri dikenal memiliki karakteristik yang saling melengkapi dalam satu racikan.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Gandeng Ritel Modern

Menurut Prof Mangestuti, keberagaman rempah itulah yang membuat masyarakat Indonesia sejak lama memanfaatkan bumbu sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Tradisi yang Kini Didukung Penelitian

Campuran rempah Asia telah berkembang selama berabad-abad dan menyebar melintasi berbagai negara. Kini, berbagai penelitian modern mulai mendukung penggunaan racikan rempah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi berbagai senyawa alami di dalam rempah dipercaya mampu memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Tak heran apabila bumbu segar tetap dipertahankan sebagai bagian penting dalam tradisi memasak masyarakat hingga sekarang.

Prof Mangestuti menjelaskan bahwa penggunaan bahan segar menjadi salah satu alasan racikan tradisional tetap relevan di tengah berkembangnya produk instan.

Bagi masyarakat, bumbu dasar bukan hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang diwariskan turun-temurun dan terus dipertahankan hingga kini. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru