26.5 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Puasa Saat Hamil Muda, Amankah bagi Janin?

Anda yang sebelumnya sudah puasa, mungkin
bertanya-tanya apakah tetap perlu melanjutkan puasa atau tidak saat sedang
hamil. Apalagi puasa hanya dijalani sekali dalam setahun. Artikel ini akan
menjawab pertanyaan Anda apakah puasa saat hamil muda aman bagi janin.

Dengan larangan makan dan minum selama kurang
lebih 13 jam, tentu banyak wanita yang sedang hamil muda ragu. Ragu apakah
puasa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi kehamilan dan janin atau tidak.

Dari sisi agama sendiri, puasa memang hukumnya
wajib. Namun, ada pengecualian yang salah satunya ditujukan bagi ibu hamil.
Mereka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan “membayar” puasanya nanti setelah
melahirkan. Meski demikian, tak sedikit ibu hamil yang tetap ingin berpuasa.

Baca Juga :  Kenali 5 Tanda Tulang Mulai Tidak Sehat

Kondisi kehamilan yang berisiko
tinggi dan tidak disarankan untuk puasa

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, wanita yang
hamil muda perlu memperhatikan kondisi tubuh, apakah kuat atau tidak.
Karenanya, diperlukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan
untuk mengetahui apakah kondisi tubuh memungkinkan atau tidak.

Masalahnya, ada beberapa kondisi ibu hamil yang
dianggap berisiko tinggi, sehingga tidak disarankan untuk berpuasa. Suatu
kehamilan dianggap memiliki risiko tinggi apabila:

  • Usia
    kehamilan terlalu muda
  • Usia
    kehamilan terlalu tua
  • Kehamilan
    kembar
  • Kehamilan
    disertai penyakit (misalnya tekanan darah tinggi, gula darah, dan anemia)
  • Kehamilan
    dengan status gizi ibu yang buruk
  • Pada
    saat pemeriksaan ditemukan pertumbuhan janin terhambat  
  • Pada
    dasarnya, tidak ada patokan usia kehamilan ibu karena harus disesuaikan
    dengan kondisi ibu hamil itu sendiri.
Baca Juga :  Buktikan Khasiat 5 Herbal Ini Sebagai Immunomodulator Tingkat Imun

Jika Anda sedang hamil muda dan sudah tak lagi
mengalami mual dan muntah, Anda boleh ikut berpuasa. Jika kehamilan sudah
menginjak trimester kedua, masa ini dianggap paling aman untuk ibu hamil
berpuasa, dengan catatan asupan makanan dan cairan terpenuhi dengan baik saat
sahur dan berbuka.

Apabila sudah hamil tua, yaitu trimester ketiga
dan sudah mendekati hari persalinan, sebaiknya tunda dulu berpuasa. Pasalnya,
ibu hamil memerlukan energi yang lebih besar untuk melahirkan nanti.
(klikdokter)(jpnn)

Anda yang sebelumnya sudah puasa, mungkin
bertanya-tanya apakah tetap perlu melanjutkan puasa atau tidak saat sedang
hamil. Apalagi puasa hanya dijalani sekali dalam setahun. Artikel ini akan
menjawab pertanyaan Anda apakah puasa saat hamil muda aman bagi janin.

Dengan larangan makan dan minum selama kurang
lebih 13 jam, tentu banyak wanita yang sedang hamil muda ragu. Ragu apakah
puasa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi kehamilan dan janin atau tidak.

Dari sisi agama sendiri, puasa memang hukumnya
wajib. Namun, ada pengecualian yang salah satunya ditujukan bagi ibu hamil.
Mereka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan “membayar” puasanya nanti setelah
melahirkan. Meski demikian, tak sedikit ibu hamil yang tetap ingin berpuasa.

Baca Juga :  Kenali 5 Tanda Tulang Mulai Tidak Sehat

Kondisi kehamilan yang berisiko
tinggi dan tidak disarankan untuk puasa

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, wanita yang
hamil muda perlu memperhatikan kondisi tubuh, apakah kuat atau tidak.
Karenanya, diperlukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan
untuk mengetahui apakah kondisi tubuh memungkinkan atau tidak.

Masalahnya, ada beberapa kondisi ibu hamil yang
dianggap berisiko tinggi, sehingga tidak disarankan untuk berpuasa. Suatu
kehamilan dianggap memiliki risiko tinggi apabila:

  • Usia
    kehamilan terlalu muda
  • Usia
    kehamilan terlalu tua
  • Kehamilan
    kembar
  • Kehamilan
    disertai penyakit (misalnya tekanan darah tinggi, gula darah, dan anemia)
  • Kehamilan
    dengan status gizi ibu yang buruk
  • Pada
    saat pemeriksaan ditemukan pertumbuhan janin terhambat  
  • Pada
    dasarnya, tidak ada patokan usia kehamilan ibu karena harus disesuaikan
    dengan kondisi ibu hamil itu sendiri.
Baca Juga :  Buktikan Khasiat 5 Herbal Ini Sebagai Immunomodulator Tingkat Imun

Jika Anda sedang hamil muda dan sudah tak lagi
mengalami mual dan muntah, Anda boleh ikut berpuasa. Jika kehamilan sudah
menginjak trimester kedua, masa ini dianggap paling aman untuk ibu hamil
berpuasa, dengan catatan asupan makanan dan cairan terpenuhi dengan baik saat
sahur dan berbuka.

Apabila sudah hamil tua, yaitu trimester ketiga
dan sudah mendekati hari persalinan, sebaiknya tunda dulu berpuasa. Pasalnya,
ibu hamil memerlukan energi yang lebih besar untuk melahirkan nanti.
(klikdokter)(jpnn)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru