34.2 C
Jakarta
Monday, April 22, 2024

Iuran BPJS Meninkgkat, Menkes Terawan Jamin Kualitas Layanan Meningkat

JAKARTA-Menteri Kesehatan
Terawan Agus Putranto memastikan kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan diikuti
dengan pembenahan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.

“Jelas, mosok naik tok
tanpa pembenahan, pasti pelayanan dibenahi,” kata Terawan di Jakarta, Rabu
(30/10).

Dokter Terawan mengatakan hal
tersebut, menanggapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akhirnya ditetapkan
dalam Perpres 75 Tahun 2019. Terawan mengungkapkan baik buruknya pelayanan
kesehatan di rumah sakit bergantung pada keuangan rumah sakit yang sebagian
besar bersumber dari pembiayaan klaim dari BPJS Kesehatan.

Mantan Kepala RS Pusat
Angkatan Darat Gatot Soebroto itu memahami yang dibutuhkan rumah sakit adalah
iklim investasi yang baik dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Kaitan Makan Telur Bisa Picu Diabetes, Ini Alasannya

“Selama keuangan rumah sakit
baik otomatis rumah sakit akan melakukan perbaikan, itu otomatis,” kata
Terawan.

Terawan mencontohkan
panjangnya antrean pasien di suatu rumah sakit dikarenakan lebih banyaknya
jumlah masyarakat yang berobat dibandingkan kemampuan rumah sakit.

Seandainya keuangan BPJS
Kesehatan tidak lagi mengalami defisit dan mampu membayar klaim pada RS tepat
waktu sehingga menyehatkan keuangan rumah sakit, maka pihak RS bisa melakukan
pembangunan atau investasi baru.

“Makanya kalau iklim
investasi bisa jalan dengan pola BPJS yang baik tanpa defisit, pasti akan
terjadi pembangunan sarana lagi, Kalau pembangunan sarana ditambah, antrean
akan terurai dengan sendiri,” kata Terawan.

Terawan pun dengan tegas
menyatakan dia yang bertanggung jawab untuk memastikan layanan kesehatan yang
diberikan oleh rumah sakit kepada peserta JKN berkualitas.

Baca Juga :  Awas Hoax, Ahli Sebut Pentingnya Melek Literasi Nutrisi saat Pandemi

“Ya, tugas saya selaku
pengawas dan selaku pemberi izin rumah sakit,” ujar Terawan. (antara/jpnn)

JAKARTA-Menteri Kesehatan
Terawan Agus Putranto memastikan kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan diikuti
dengan pembenahan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.

“Jelas, mosok naik tok
tanpa pembenahan, pasti pelayanan dibenahi,” kata Terawan di Jakarta, Rabu
(30/10).

Dokter Terawan mengatakan hal
tersebut, menanggapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akhirnya ditetapkan
dalam Perpres 75 Tahun 2019. Terawan mengungkapkan baik buruknya pelayanan
kesehatan di rumah sakit bergantung pada keuangan rumah sakit yang sebagian
besar bersumber dari pembiayaan klaim dari BPJS Kesehatan.

Mantan Kepala RS Pusat
Angkatan Darat Gatot Soebroto itu memahami yang dibutuhkan rumah sakit adalah
iklim investasi yang baik dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Kaitan Makan Telur Bisa Picu Diabetes, Ini Alasannya

“Selama keuangan rumah sakit
baik otomatis rumah sakit akan melakukan perbaikan, itu otomatis,” kata
Terawan.

Terawan mencontohkan
panjangnya antrean pasien di suatu rumah sakit dikarenakan lebih banyaknya
jumlah masyarakat yang berobat dibandingkan kemampuan rumah sakit.

Seandainya keuangan BPJS
Kesehatan tidak lagi mengalami defisit dan mampu membayar klaim pada RS tepat
waktu sehingga menyehatkan keuangan rumah sakit, maka pihak RS bisa melakukan
pembangunan atau investasi baru.

“Makanya kalau iklim
investasi bisa jalan dengan pola BPJS yang baik tanpa defisit, pasti akan
terjadi pembangunan sarana lagi, Kalau pembangunan sarana ditambah, antrean
akan terurai dengan sendiri,” kata Terawan.

Terawan pun dengan tegas
menyatakan dia yang bertanggung jawab untuk memastikan layanan kesehatan yang
diberikan oleh rumah sakit kepada peserta JKN berkualitas.

Baca Juga :  Awas Hoax, Ahli Sebut Pentingnya Melek Literasi Nutrisi saat Pandemi

“Ya, tugas saya selaku
pengawas dan selaku pemberi izin rumah sakit,” ujar Terawan. (antara/jpnn)

Terpopuler

Artikel Terbaru