Tidak semua orang mudah menjelaskan apa yang sedang dirasakan. Seseorang terkadang hanya merasa tidak nyaman, kesal, atau ingin menangis tanpa benar-benar mengetahui emosi yang sedang muncul.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kesulitan memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya. Padahal, mengenali dan memberi nama pada emosi dapat membantu seseorang memahami pengalaman yang sedang dihadapi.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengenali emosi adalah emotion wheel atau roda emosi. Alat ini membantu seseorang menemukan kata yang lebih spesifik untuk menggambarkan perasaan, mulai dari emosi dasar hingga perasaan yang lebih kompleks.
Apa Itu Emotion Wheel?
Emotion wheel merupakan alat visual yang mengelompokkan berbagai emosi dalam bentuk lingkaran. Biasanya, bagian tengah berisi emosi yang lebih umum, kemudian semakin ke luar pilihan emosinya menjadi lebih spesifik.
Misalnya, seseorang merasa marah setelah mengalami suatu kejadian. Dengan melihat emotion wheel, perasaan tersebut dapat ditelusuri lebih jauh, apakah sebenarnya berupa kecewa, frustasi, tersinggung, atau merasa dikhianati.
Mengenali dan memahami emosi penting untuk membantu seseorang mengelola perasaan serta merespons situasi secara lebih tepat. Karena itu, emotion wheel dapat digunakan sebagai panduan untuk membantu mengenali emosi yang sulit dijelaskan.
Cara Menggunakan Emotion Wheel
Dirangkum dari laman Alodokter dan Verrywell Mind, Jum’at (2/10), berikut cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengenali perasaan dengan emotion wheel.
- Kenali Emosi yang Paling Terasa
Mulailah dengan memperhatikan perasaan yang sedang muncul. Tentukan emosi yang paling terasa, misalnya marah, sedih, takut, senang, atau kecewa. Jika beberapa emosi muncul bersamaan, fokus pada yang paling kuat terlebih dahulu. Dari sana, emosi tersebut bisa ditelusuri lebih jauh untuk menemukan perasaan yang lebih spesifik.
- Temukan Kata yang Paling Tepat
Setelah mengetahui emosi yang paling terasa, cari kata yang paling sesuai pada roda emosi. Misalnya, rasa tidak nyaman setelah menjalani hari yang berat mungkin bukan sekedar gelisah, tetapi juga bisa berkaitan dengan kecewa, frustasi, atau kesepian. Memberi nama pada perasaan secara lebih spesifik dapat membantu seseorang memahami apa yang sedang dialaminya.
- Perhatikan Reaksi Tubuh
Emosi tidak hanya terasa dalam pikiran, tetapi juga dapat disertai perubahan fisik. Saat cemas, misalnya, dapat membuat pikiran sulit berhenti memikirkan sesuatu, sementara tubuh terasa tegang, napas berubah, atau jantung berdebar. Memperhatikan respons tersebut dapat menjadi petunjuk tambahan untuk memahami emosi yang sedang dialami.
- Telusuri Penyebabnya
Selanjutnya, coba ingat kembali kejadian yang mungkin memunculkan perasaan tersebut. Perasaan yang muncul tidak selalu berkaitan dengan kejadian yang baru saja terjadi. Coba ingat kembali pengalaman dalam beberapa hari, minggu, atau bulan terakhir yang mungkin berhubungan dengan emosi tersebut. Misalnya, rasa sedih yang muncul tanpa penyebab yang jelas bisa saja berkaitan dengan rasa kesepian karena sudah lama tidak bertemu orang-orang terdekat.
- Ungkapkan Perasaan yang Dirasakan
Setelah mengetahui emosi dan penyebabnya, cobalah mengungkapkan perasaan tersebut secara lebih jelas. Cara ini dapat membantu diri sendiri maupun orang lain memahami emosi yang sedang dirasakan.
Sebagai contoh, perasaan kecewa dapat disampaikan melalui kalimat, “saya kecewa karena hasil yang didapat tidak sesuai harapan.” Ungkapan yang lebih spesifik membuat perasaan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami.
- Pilih Cara untuk Mengahadapinya
Setelah perasaan dapat diungkapkan dengan jelas, langkah berikutnya adalah menentukan apa yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain beristirahat sejenak, melakukan aktivitas yang disukai, berbicara dengan teman mengenai apa yang sedang terjadi, atau menuliskannya dalam jurnal. Jika emosi terasa semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Dengan mengenali emosi secara lebih spesifik, seseorang dapat lebih memahami apa yang sedang dirasakan dan hal-hal yang mungkin melatarbelakanginya. Penggunaan emotion wheel juga dapat menjadi langkah awal untuk mengenali perasaan sebelum menentukan cara yang tepat untuk menghadapinya.(jpc)


