Proses Akuisisi Sevilla FC oleh Sergio Ramos Mandek Jelang Deadline

Proses akuisisi klub Liga Spanyol Sevilla FC oleh konsorsium yang dipimpin legenda sepak bola Sergio Ramos dilaporkan mengalami kebuntuan dan berpotensi batal. Perbedaan pandangan antara pihak pembeli dan penjual menjadi penyebab utama runtuhnya negosiasi yang sebelumnya sempat mencapai kesepakatan awal.

Pada 12 Mei, konsorsium yang dipimpin Sergio Ramos disebut telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membeli klub La Liga Sevilla dengan nilai sekitar EUR 444 juta (sekitar Rp 9,2 triliun). Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan tidak berlanjut setelah muncul ketidaksepakatan terkait struktur dan ketentuan transaksi.

Dilansir dari The Athletic, negosiasi Sevilla saat ini dianggap telah berakhir. Sementara itu, pihak yang dekat dengan Sergio Ramos meninggalkan pertemuan terakhir dengan kesan bahwa kesepakatan akan sulit tercapai, meski mereka masih menunggu konfirmasi resmi sebelum batas waktu eksklusivitas pada 31 Mei.

Dalam dua pekan terakhir, kedua pihak telah menggelar sejumlah pertemuan intensif. Pada pertemuan terbaru yang berlangsung pada Rabu (27/5), tim Sergio Ramos mengajukan proposal baru dengan perubahan signifikan dari kesepakatan awal.

Dalam skema baru itu, Ramos bersama perusahaan investasi Five Eleven dan investor asal Meksiko mengusulkan pembelian saham secara bertahap dengan kontribusi dana lebih besar melalui peningkatan modal. Proposal itu menawarkan pembayaran awal yang lebih kecil, tetapi dengan nilai ekuitas yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Baca Juga :  Penutupan Pendaftaran 16 Februari 2020 Pukul 20.00 WIB

Sebelumnya, konsorsium Ramos direncanakan mengakuisisi 85 persen saham Sevilla senilai EUR 275 juta (sekitar Rp 5,7 triliun), sekaligus mengambil alih utang sebesar EUR 85 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dan berkomitmen menambah modal sebesar EUR 80 juta (sekitar Rp 1,6 triliun).

Namun dalam proposal baru, mereka hanya menawarkan EUR 100 juta (sekitar Rp 2 triliun) untuk 18 persen saham sebagai tahap awal. Skema itu akan membuat sebagian besar pemegang saham lainnya yang berjumlah sekitar 54.000 saham, tidak terlibat langsung dalam transaksi.

Electronic money exchangers listing

Selanjutnya, konsorsium berencana meningkatkan kepemilikan menjadi 60 persen melalui suntikan modal bertahap, dimulai dari EUR 120 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) untuk mencapai 42 persen saham dan posisi kendali klub, sebelum melanjutkan peningkatan berikutnya.

Menurut sumber dari pihak Ramos, total nilai proposal baru mencapai EUR 335 juta (sekitar Rp 6,9 triliun), terdiri atas EUR 120 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) peningkatan modal, EUR 133 juta (sekitar Rp 2,7 triliun) pembayaran langsung kepada pemegang saham, serta EUR 82 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) pembayaran tertunda.

Dengan skema itu, konsorsium dinilai menginvestasikan EUR 192,6 juta (sekitar Rp 3,9 triliun) untuk 60 persen ekuitas klub yang secara proporsional lebih tinggi dibandingkan proposal sebelumnya. Proposal itu juga disebut mendapat dukungan dari Santander Bank.

Baca Juga :  Swedia Masuk Semifinal

The Athletic juga melaporkan bahwa suntikan modal EUR 120 juta itu setara dengan kerugian Sevilla dalam empat tahun terakhir. Dana tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan keuangan klub dan memperbaiki posisi financial fair play. Meskipun demikian, perubahan struktur penawaran justru memunculkan keraguan di kalangan pemegang saham.

Mereka menilai proposal baru tidak didukung jaminan yang cukup dan masih menyisakan ketidakpastian. Klaim itu pun dibantah oleh pihak Ramos. Selain itu, sejumlah anggota konsorsium juga mulai mempertimbangkan ulang posisi mereka karena perubahan syarat kesepakatan serta proses negosiasi yang dinilai terlalu berlarut-larut menjelang batas waktu eksklusivitas.

Kedua belah pihak dikabarkan meninggalkan pertemuan terakhir dengan pesimis, mengingat waktu yang semakin sempit untuk mencapai kesepakatan. Pihak pemegang saham menilai proposal terbaru sebagai langkah mundur dibandingkan kesepakatan awal, sedangkan kubu Ramos berpendapat bahwa nilai tawaran mereka justru lebih menguntungkan secara proporsional.

Sebagai informasi, Ramos sendiri memiliki hubungan emosional kuat dengan Sevilla. Ramos merupakan produk akademi klub dan menjalani debut tim utama pada 2004. Setelah 16 tahun bersama Real Madrid dan dua musim di Paris Saint-Germain, Ramos kembali ke Sevilla pada 2023. Sepanjang dua periode membela klub, Ramos mencatatkan 87 penampilan dan saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Monterrey pada Desember 2025.(jpc)

Proses akuisisi klub Liga Spanyol Sevilla FC oleh konsorsium yang dipimpin legenda sepak bola Sergio Ramos dilaporkan mengalami kebuntuan dan berpotensi batal. Perbedaan pandangan antara pihak pembeli dan penjual menjadi penyebab utama runtuhnya negosiasi yang sebelumnya sempat mencapai kesepakatan awal.

Pada 12 Mei, konsorsium yang dipimpin Sergio Ramos disebut telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membeli klub La Liga Sevilla dengan nilai sekitar EUR 444 juta (sekitar Rp 9,2 triliun). Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan tidak berlanjut setelah muncul ketidaksepakatan terkait struktur dan ketentuan transaksi.

Dilansir dari The Athletic, negosiasi Sevilla saat ini dianggap telah berakhir. Sementara itu, pihak yang dekat dengan Sergio Ramos meninggalkan pertemuan terakhir dengan kesan bahwa kesepakatan akan sulit tercapai, meski mereka masih menunggu konfirmasi resmi sebelum batas waktu eksklusivitas pada 31 Mei.

Electronic money exchangers listing

Dalam dua pekan terakhir, kedua pihak telah menggelar sejumlah pertemuan intensif. Pada pertemuan terbaru yang berlangsung pada Rabu (27/5), tim Sergio Ramos mengajukan proposal baru dengan perubahan signifikan dari kesepakatan awal.

Dalam skema baru itu, Ramos bersama perusahaan investasi Five Eleven dan investor asal Meksiko mengusulkan pembelian saham secara bertahap dengan kontribusi dana lebih besar melalui peningkatan modal. Proposal itu menawarkan pembayaran awal yang lebih kecil, tetapi dengan nilai ekuitas yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Baca Juga :  Penutupan Pendaftaran 16 Februari 2020 Pukul 20.00 WIB

Sebelumnya, konsorsium Ramos direncanakan mengakuisisi 85 persen saham Sevilla senilai EUR 275 juta (sekitar Rp 5,7 triliun), sekaligus mengambil alih utang sebesar EUR 85 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dan berkomitmen menambah modal sebesar EUR 80 juta (sekitar Rp 1,6 triliun).

Namun dalam proposal baru, mereka hanya menawarkan EUR 100 juta (sekitar Rp 2 triliun) untuk 18 persen saham sebagai tahap awal. Skema itu akan membuat sebagian besar pemegang saham lainnya yang berjumlah sekitar 54.000 saham, tidak terlibat langsung dalam transaksi.

Selanjutnya, konsorsium berencana meningkatkan kepemilikan menjadi 60 persen melalui suntikan modal bertahap, dimulai dari EUR 120 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) untuk mencapai 42 persen saham dan posisi kendali klub, sebelum melanjutkan peningkatan berikutnya.

Menurut sumber dari pihak Ramos, total nilai proposal baru mencapai EUR 335 juta (sekitar Rp 6,9 triliun), terdiri atas EUR 120 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) peningkatan modal, EUR 133 juta (sekitar Rp 2,7 triliun) pembayaran langsung kepada pemegang saham, serta EUR 82 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) pembayaran tertunda.

Dengan skema itu, konsorsium dinilai menginvestasikan EUR 192,6 juta (sekitar Rp 3,9 triliun) untuk 60 persen ekuitas klub yang secara proporsional lebih tinggi dibandingkan proposal sebelumnya. Proposal itu juga disebut mendapat dukungan dari Santander Bank.

Baca Juga :  Swedia Masuk Semifinal

The Athletic juga melaporkan bahwa suntikan modal EUR 120 juta itu setara dengan kerugian Sevilla dalam empat tahun terakhir. Dana tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan keuangan klub dan memperbaiki posisi financial fair play. Meskipun demikian, perubahan struktur penawaran justru memunculkan keraguan di kalangan pemegang saham.

Mereka menilai proposal baru tidak didukung jaminan yang cukup dan masih menyisakan ketidakpastian. Klaim itu pun dibantah oleh pihak Ramos. Selain itu, sejumlah anggota konsorsium juga mulai mempertimbangkan ulang posisi mereka karena perubahan syarat kesepakatan serta proses negosiasi yang dinilai terlalu berlarut-larut menjelang batas waktu eksklusivitas.

Kedua belah pihak dikabarkan meninggalkan pertemuan terakhir dengan pesimis, mengingat waktu yang semakin sempit untuk mencapai kesepakatan. Pihak pemegang saham menilai proposal terbaru sebagai langkah mundur dibandingkan kesepakatan awal, sedangkan kubu Ramos berpendapat bahwa nilai tawaran mereka justru lebih menguntungkan secara proporsional.

Sebagai informasi, Ramos sendiri memiliki hubungan emosional kuat dengan Sevilla. Ramos merupakan produk akademi klub dan menjalani debut tim utama pada 2004. Setelah 16 tahun bersama Real Madrid dan dua musim di Paris Saint-Germain, Ramos kembali ke Sevilla pada 2023. Sepanjang dua periode membela klub, Ramos mencatatkan 87 penampilan dan saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Monterrey pada Desember 2025.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru