Roberto Mancini Sepakat Latih Italia Lagi

Roberto Mancini dikabarkan akan kembali menukangi Timnas Italia setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mencapai kesepakatan dengannya.

Kembalinya pelatih berusia 61 tahun itu menjadi akhir dari pencarian panjang Gli Azzurri setelah sejumlah kandidat gagal mengisi kursi pelatih kepala.

Italia memang belum memiliki nahkoda tetap sejak Gennaro Gattuso memutuskan mundur pada April 2026.

Sejak saat itu, FIGC bergerak mencari sosok yang dianggap mampu mengembalikan kejayaan tim nasional, terutama setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, Mancini telah menerima tawaran untuk kembali memimpin Gli Azzurri. Ini akan menjadi periode kedua bagi mantan pelatih Manchester City tersebut bersama tim nasional Italia.

Nama Roberto Mancini tentu bukan sosok asing bagi publik sepak bola Italia. Pada periode pertamanya, ia sukses mengantar Gli Azzurri meraih gelar juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti di partai final. Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Italia dalam satu dekade terakhir.

Setelah meninggalkan Italia pada 2023, Mancini sempat menangani Timnas Arab Saudi sebelum melanjutkan karier bersama klub Qatar, Al Sadd.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tak Punya Teknologi Mumpuni untuk Tarung di Hujan Lebat

Namun, ia memilih mengakhiri kerja samanya dengan klub tersebut pada Juni lalu sehingga membuka peluang untuk kembali ke negaranya.

Sebelum mencapai kata sepakat dengan Mancini, FIGC sebenarnya telah mempertimbangkan beberapa nama besar. Andrea Pirlo menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi tersebut.

Namun, rencana penunjukan mantan gelandang Juventus dan AC Milan itu mendadak batal. Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Giovanni Malago, disebut tidak memberikan persetujuan setelah muncul polemik terkait status Pirlo sebagai duta merek perusahaan taruhan asal Rusia.

Kegagalan merekrut Pirlo bahkan memicu perubahan di jajaran federasi. Direktur teknik Paolo Maldini bersama penasihat Leonardo dikabarkan memilih mengundurkan diri hanya 16 hari setelah resmi menjabat.

Selain Pirlo, Italia juga sempat mencoba mendekati Pep Guardiola yang berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu. Pelatih asal Spanyol itu menjadi salah satu target utama karena rekam jejaknya yang luar biasa di level klub.

Baca Juga :  Herry IP: Pertandingan Marcus/Kevin Jadi Mirip Permainan Ganda Putri

Sayangnya, negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Guardiola dikabarkan meminta bayaran mencapai 17 juta poundsterling per musim, angka yang dianggap terlalu tinggi sehingga pembicaraan dihentikan.

Kini, seluruh perhatian tertuju kepada Roberto Mancini. Ia akan menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali kekuatan Italia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Gli Azzurri dipastikan absen di turnamen tersebut usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti pada babak play-off.

Pengalaman Mancini di level internasional diharapkan mampu mengangkat kembali performa Italia.

Selain sukses mempersembahkan trofi Euro 2020, ia juga memiliki koleksi prestasi mentereng di level klub, termasuk tiga gelar Serie A dan satu trofi Premier League bersama Manchester City.

Jika seluruh proses administrasi berjalan lancar, pertandingan pertama Mancini pada periode keduanya sebagai pelatih Timnas Italia dijadwalkan berlangsung saat menghadapi Belgia di UEFA Nations League pada 25 September mendatang.

Laga tersebut akan menjadi awal dari misi besar Mancini untuk membawa Gli Azzurri kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.(jpc)

Roberto Mancini dikabarkan akan kembali menukangi Timnas Italia setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mencapai kesepakatan dengannya.

Kembalinya pelatih berusia 61 tahun itu menjadi akhir dari pencarian panjang Gli Azzurri setelah sejumlah kandidat gagal mengisi kursi pelatih kepala.

Italia memang belum memiliki nahkoda tetap sejak Gennaro Gattuso memutuskan mundur pada April 2026.

Electronic money exchangers listing

Sejak saat itu, FIGC bergerak mencari sosok yang dianggap mampu mengembalikan kejayaan tim nasional, terutama setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, Mancini telah menerima tawaran untuk kembali memimpin Gli Azzurri. Ini akan menjadi periode kedua bagi mantan pelatih Manchester City tersebut bersama tim nasional Italia.

Nama Roberto Mancini tentu bukan sosok asing bagi publik sepak bola Italia. Pada periode pertamanya, ia sukses mengantar Gli Azzurri meraih gelar juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti di partai final. Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Italia dalam satu dekade terakhir.

Setelah meninggalkan Italia pada 2023, Mancini sempat menangani Timnas Arab Saudi sebelum melanjutkan karier bersama klub Qatar, Al Sadd.

Baca Juga :  Tak Punya Teknologi Mumpuni untuk Tarung di Hujan Lebat

Namun, ia memilih mengakhiri kerja samanya dengan klub tersebut pada Juni lalu sehingga membuka peluang untuk kembali ke negaranya.

Sebelum mencapai kata sepakat dengan Mancini, FIGC sebenarnya telah mempertimbangkan beberapa nama besar. Andrea Pirlo menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi tersebut.

Namun, rencana penunjukan mantan gelandang Juventus dan AC Milan itu mendadak batal. Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Giovanni Malago, disebut tidak memberikan persetujuan setelah muncul polemik terkait status Pirlo sebagai duta merek perusahaan taruhan asal Rusia.

Kegagalan merekrut Pirlo bahkan memicu perubahan di jajaran federasi. Direktur teknik Paolo Maldini bersama penasihat Leonardo dikabarkan memilih mengundurkan diri hanya 16 hari setelah resmi menjabat.

Selain Pirlo, Italia juga sempat mencoba mendekati Pep Guardiola yang berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu. Pelatih asal Spanyol itu menjadi salah satu target utama karena rekam jejaknya yang luar biasa di level klub.

Baca Juga :  Herry IP: Pertandingan Marcus/Kevin Jadi Mirip Permainan Ganda Putri

Sayangnya, negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Guardiola dikabarkan meminta bayaran mencapai 17 juta poundsterling per musim, angka yang dianggap terlalu tinggi sehingga pembicaraan dihentikan.

Kini, seluruh perhatian tertuju kepada Roberto Mancini. Ia akan menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali kekuatan Italia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Gli Azzurri dipastikan absen di turnamen tersebut usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti pada babak play-off.

Pengalaman Mancini di level internasional diharapkan mampu mengangkat kembali performa Italia.

Selain sukses mempersembahkan trofi Euro 2020, ia juga memiliki koleksi prestasi mentereng di level klub, termasuk tiga gelar Serie A dan satu trofi Premier League bersama Manchester City.

Jika seluruh proses administrasi berjalan lancar, pertandingan pertama Mancini pada periode keduanya sebagai pelatih Timnas Italia dijadwalkan berlangsung saat menghadapi Belgia di UEFA Nations League pada 25 September mendatang.

Laga tersebut akan menjadi awal dari misi besar Mancini untuk membawa Gli Azzurri kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru