Guardiola Bukan Alasan Utama Erling Haaland Memilih Manchester City

Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City memunculkan banyak spekulasi soal masa depan para pemain bintang di Etihad Stadium, termasuk Erling Haaland.

Namun striker asal Norwegia itu sebenarnya sudah pernah memberikan sinyal cukup jelas beberapa bulan lalu: Guardiola bukan alasan utama dirinya memilih Manchester City.

Pernyataan tersebut kembali ramai dibicarakan setelah Guardiola dipastikan meninggalkan City lebih cepat dari kontraknya yang semula berlaku hingga 2027.

Haaland Tidak Datang Karena Guardiola

Haaland sebelumnya menandatangani kontrak baru bersama Manchester City pada Januari 2025 yang membuatnya bertahan hingga 2034.

Karena itu, muncul pertanyaan apakah kepergian Guardiola akan membuat sang striker mulai mempertimbangkan hengkang, apalagi Barcelona disebut tertarik memboyongnya sebagai penerus Robert Lewandowski.

Tetapi dalam wawancaranya di podcast The Rest is Football, Haaland menegaskan bahwa keputusan kariernya tidak pernah sepenuhnya bergantung pada seorang pelatih.

Electronic money exchangers listing

Ia bahkan mengingat pesan penting dari sang ayah, Alf-Inge Haaland.

“Saya ingat ayah saya pernah berkata… 10 tahun yang lalu, ‘Jangan pernah pergi ke sebuah klub karena manajernya’.”

Baca Juga :  Ini Kalkulasi dan Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Menurut Haaland, dunia sepak bola modern berubah terlalu cepat untuk membuat keputusan hanya berdasarkan sosok pelatih.

Guardiola Tetap Punya Pengaruh Besar

Meski bukan faktor utama kepindahannya, Haaland tetap mengakui Guardiola memiliki pengaruh besar dalam perkembangannya sebagai pemain.

“[Hal itu memungkinkan saya] untuk bekerja dengannya dan untuk dapat merasakan kehadirannya serta cara-cara istimewanya dan kerja kerasnya dalam semua hal ini.”

Haaland juga membantah anggapan bahwa Guardiola hanya sukses karena bakat alami atau kecerdasan taktik semata.

“Bagi saya, orang-orang berbicara tentang ‘jenius’, dan hal-hal semacam itu. Saya pikir dia memang jenius, tetapi bagi saya, hal yang mengejutkan saya adalah kerja kerasnya.”

Guardiola Disebut Orang Paling Rajin di Klub

Dalam penjelasannya, Haaland bahkan menggambarkan Guardiola sebagai sosok paling pekerja keras di Manchester City.

“Dia bekerja lebih keras daripada siapa pun, dia yang paling pekerja keras di klub, dia yang pertama datang dan yang terakhir pergi.”

Baca Juga :  Tekuk Man City, Vinicius Optimistis Madrid Kembali Angkat Trofi Liga Champions

Menurut Haaland, dedikasi itulah yang membuat Guardiola mampu mempertahankan level tertinggi selama bertahun-tahun.

“Setiap hari itu adalah dedikasi, motivasi, dan juga cara pandangnya yang intens terhadap sepak bola.”

Komentar tersebut memperlihatkan betapa besarnya rasa hormat Haaland kepada pelatih asal Catalan itu, meski hubungan mereka tidak menjadi penentu utama soal masa depannya di klub.

Guardiola Resmi Tinggalkan City

Manchester City sendiri telah resmi mengumumkan bahwa Guardiola akan meninggalkan kursi pelatih usai laga terakhir Premier League melawan Aston Villa.

Meski begitu, Guardiola tetap akan memiliki hubungan dengan City Football Group sebagai duta global.

CEO City Football Group, Ferran Soriano, juga memberikan penghormatan khusus untuk Guardiola.

“Kami akan selamanya berterima kasih kepada Pep dan menghargai begitu banyak kenangan tak terlupakan. Dia adalah legenda City… selamanya.”

Kini, perhatian mulai tertuju pada bagaimana Manchester City memasuki era baru tanpa Guardiola dan apakah Haaland akan tetap menjadi pusat proyek jangka panjang klub tersebut.(jpc)

Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City memunculkan banyak spekulasi soal masa depan para pemain bintang di Etihad Stadium, termasuk Erling Haaland.

Namun striker asal Norwegia itu sebenarnya sudah pernah memberikan sinyal cukup jelas beberapa bulan lalu: Guardiola bukan alasan utama dirinya memilih Manchester City.

Pernyataan tersebut kembali ramai dibicarakan setelah Guardiola dipastikan meninggalkan City lebih cepat dari kontraknya yang semula berlaku hingga 2027.

Electronic money exchangers listing

Haaland Tidak Datang Karena Guardiola

Haaland sebelumnya menandatangani kontrak baru bersama Manchester City pada Januari 2025 yang membuatnya bertahan hingga 2034.

Karena itu, muncul pertanyaan apakah kepergian Guardiola akan membuat sang striker mulai mempertimbangkan hengkang, apalagi Barcelona disebut tertarik memboyongnya sebagai penerus Robert Lewandowski.

Tetapi dalam wawancaranya di podcast The Rest is Football, Haaland menegaskan bahwa keputusan kariernya tidak pernah sepenuhnya bergantung pada seorang pelatih.

Ia bahkan mengingat pesan penting dari sang ayah, Alf-Inge Haaland.

“Saya ingat ayah saya pernah berkata… 10 tahun yang lalu, ‘Jangan pernah pergi ke sebuah klub karena manajernya’.”

Baca Juga :  Ini Kalkulasi dan Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Menurut Haaland, dunia sepak bola modern berubah terlalu cepat untuk membuat keputusan hanya berdasarkan sosok pelatih.

Guardiola Tetap Punya Pengaruh Besar

Meski bukan faktor utama kepindahannya, Haaland tetap mengakui Guardiola memiliki pengaruh besar dalam perkembangannya sebagai pemain.

“[Hal itu memungkinkan saya] untuk bekerja dengannya dan untuk dapat merasakan kehadirannya serta cara-cara istimewanya dan kerja kerasnya dalam semua hal ini.”

Haaland juga membantah anggapan bahwa Guardiola hanya sukses karena bakat alami atau kecerdasan taktik semata.

“Bagi saya, orang-orang berbicara tentang ‘jenius’, dan hal-hal semacam itu. Saya pikir dia memang jenius, tetapi bagi saya, hal yang mengejutkan saya adalah kerja kerasnya.”

Guardiola Disebut Orang Paling Rajin di Klub

Dalam penjelasannya, Haaland bahkan menggambarkan Guardiola sebagai sosok paling pekerja keras di Manchester City.

“Dia bekerja lebih keras daripada siapa pun, dia yang paling pekerja keras di klub, dia yang pertama datang dan yang terakhir pergi.”

Baca Juga :  Tekuk Man City, Vinicius Optimistis Madrid Kembali Angkat Trofi Liga Champions

Menurut Haaland, dedikasi itulah yang membuat Guardiola mampu mempertahankan level tertinggi selama bertahun-tahun.

“Setiap hari itu adalah dedikasi, motivasi, dan juga cara pandangnya yang intens terhadap sepak bola.”

Komentar tersebut memperlihatkan betapa besarnya rasa hormat Haaland kepada pelatih asal Catalan itu, meski hubungan mereka tidak menjadi penentu utama soal masa depannya di klub.

Guardiola Resmi Tinggalkan City

Manchester City sendiri telah resmi mengumumkan bahwa Guardiola akan meninggalkan kursi pelatih usai laga terakhir Premier League melawan Aston Villa.

Meski begitu, Guardiola tetap akan memiliki hubungan dengan City Football Group sebagai duta global.

CEO City Football Group, Ferran Soriano, juga memberikan penghormatan khusus untuk Guardiola.

“Kami akan selamanya berterima kasih kepada Pep dan menghargai begitu banyak kenangan tak terlupakan. Dia adalah legenda City… selamanya.”

Kini, perhatian mulai tertuju pada bagaimana Manchester City memasuki era baru tanpa Guardiola dan apakah Haaland akan tetap menjadi pusat proyek jangka panjang klub tersebut.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru