30.3 C
Palangkaraya
Tuesday, February 7, 2023

AFA v Persekap, Ketua DPRD Kena Bogem Mentah

PROKALTENG.CO– Skuadra Persekap yang berlaga di jam pertama, memastikan lolos ke babak 32 besar Liga 3 Jatim. Ini, setelah tim berjuluk Laskar Suropati tersebut, Minggu sore (14/11) berhasil mengalahkan Afa Syailendra. Sayangnya, dalam laga kemarin diwarnai kericuhan yang terjadi usai pertandingan berakhir. Saat itu, Wasit Lukman Adiputra yang memimpin laga, sudah meniup peluit panjang. Pertanda laga sudah berakhir dengan tambahan waktu 3 menit. Arek-arek Persekap langsung merayakan kemenangan.

Namun, ada salah satu pemain Persekap tiba-tiba berguling-guling menahan kesakitan. Dia adalah Muhammad Mikail Arzaq. Tampaknya, pemain belakang Persekap itu baru saja menerima serangan dari pemain lawan. Baca Juga : Teuku Ryan Mau Punya 3 Anak, Begini Reaksi Ria Ricis Pemandangan itu kemudian memicu Ismail Marzuki Hasan memasuki lapangan dan mendekati kapten AFA Syailendra, Ilham Wibisono. Akhir pertandingan itu mendadak ricuh setelah pemain nomor punggung 10 itu beberapa kali melempar pukulan ke arah Ketua DPRD Kota Pasuruan. Beberapa kali wajah Ismail Marzuki terkena bogem.

Untungnya, petugas keamanan beraksi dengan cepat. Ilham Wibisono langsung dikeler keluar lapangan dengan penjagaan. Kapten AFA Syailendra bernomor punggung 10 tersebut, dibawa ke locker room yang dijaga ketat aparat keamanan. Baca Juga : Dewan Sepakat Tak Ada Pengurangan Tekon di Kapuas Di dalam ruangan itu, Ilham mendapat makian dari sejumlah pendukung Persekap yang kesal. Ilham kemudian beberapa kali menyampaikan isyarat permintaan maaf. Dia merapatkan kedua tangannya di dada. Para pemain AFA Syailendra lalu meninggalkan stadion dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Termasuk Ilham Wibisono. Akibat insiden yang terjadi, Ilham kemudian diganjar kartu merah oleh wasit. Dia dipastikan tak bisa berlaga di pertandingan berikutnya. Pelatih Kepala AFA Syailendra Suroso meminta maaf atas insiden itu. Dia mengakui kekalahan timnya. Namun, beberapa pemainnya memang kurang terampil dalam mengontrol emosi.

Baca Juga :  Lakers Raih Kemenangan Pertama di NBA Playoffs

“Itu (sikap memukul, Red) jiwa muda, kadang rasa tidak ingin kalah itu timbul di tengah tensi pertandingan yang tinggi. Tapi, inilah sepak bola, kita harus sportif,” ungkap Suroso. Menurutnya, Persekap bermain bagus dan ngeyel untuk memenangkan laga penentu kali ini. “Saya minta maaf kepada masyarakat Kota Pasuruan karena kami sebagai tamu, kami kurang simpatik,” ujar Suroso. Baca Juga : Peringatan HKN di Pulpis, 13 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Insiden ricuh kemarin juga menjadi perhatian Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang kemarin memang memantau. Salah satunya adalah Mustofa, panitia disiplin grup L. Pria yang juga wakil ketua Komdis Asprov PSSI itu, langsung mencari bukti rekaman video dan keterangan sejumlah pihak yang ada di Stadion Untung Suropati.

Baca Juga :  Satu Gelar dari Japan Open

Apakah di laga ini bakal ada yang disanksi? Soal itu, Mustofa menjawab normatif. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti untuk dilaporkan ke Komdis,” kata dia. Yang jelas, apapun insiden yang terjadi dalam laga kemarin, menjadi catatannya. Lalu bagaimana dengan Ismail Marzuki Hasan yang sempat terkena pukulan? Usai insiden, dia bersama jajaran ofisial sempat ditenangkan aparat dan panpel pertandingan. Dia sempat emosi. Wajahnya juga tampak memerah. Baca Juga : Yulistra Ivo Ajak Maksimalkan Halaman Jadi Lahan Produktif Namun, saat ditanya, dia tampak tersenyum. Tapi, enggan untuk merinci insiden kemarin.






Reporter: Jawapos

PROKALTENG.CO– Skuadra Persekap yang berlaga di jam pertama, memastikan lolos ke babak 32 besar Liga 3 Jatim. Ini, setelah tim berjuluk Laskar Suropati tersebut, Minggu sore (14/11) berhasil mengalahkan Afa Syailendra. Sayangnya, dalam laga kemarin diwarnai kericuhan yang terjadi usai pertandingan berakhir. Saat itu, Wasit Lukman Adiputra yang memimpin laga, sudah meniup peluit panjang. Pertanda laga sudah berakhir dengan tambahan waktu 3 menit. Arek-arek Persekap langsung merayakan kemenangan.

Namun, ada salah satu pemain Persekap tiba-tiba berguling-guling menahan kesakitan. Dia adalah Muhammad Mikail Arzaq. Tampaknya, pemain belakang Persekap itu baru saja menerima serangan dari pemain lawan. Baca Juga : Teuku Ryan Mau Punya 3 Anak, Begini Reaksi Ria Ricis Pemandangan itu kemudian memicu Ismail Marzuki Hasan memasuki lapangan dan mendekati kapten AFA Syailendra, Ilham Wibisono. Akhir pertandingan itu mendadak ricuh setelah pemain nomor punggung 10 itu beberapa kali melempar pukulan ke arah Ketua DPRD Kota Pasuruan. Beberapa kali wajah Ismail Marzuki terkena bogem.

Untungnya, petugas keamanan beraksi dengan cepat. Ilham Wibisono langsung dikeler keluar lapangan dengan penjagaan. Kapten AFA Syailendra bernomor punggung 10 tersebut, dibawa ke locker room yang dijaga ketat aparat keamanan. Baca Juga : Dewan Sepakat Tak Ada Pengurangan Tekon di Kapuas Di dalam ruangan itu, Ilham mendapat makian dari sejumlah pendukung Persekap yang kesal. Ilham kemudian beberapa kali menyampaikan isyarat permintaan maaf. Dia merapatkan kedua tangannya di dada. Para pemain AFA Syailendra lalu meninggalkan stadion dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Termasuk Ilham Wibisono. Akibat insiden yang terjadi, Ilham kemudian diganjar kartu merah oleh wasit. Dia dipastikan tak bisa berlaga di pertandingan berikutnya. Pelatih Kepala AFA Syailendra Suroso meminta maaf atas insiden itu. Dia mengakui kekalahan timnya. Namun, beberapa pemainnya memang kurang terampil dalam mengontrol emosi.

Baca Juga :  Inggris Melenggang ke 16 Besar Euro 2020

“Itu (sikap memukul, Red) jiwa muda, kadang rasa tidak ingin kalah itu timbul di tengah tensi pertandingan yang tinggi. Tapi, inilah sepak bola, kita harus sportif,” ungkap Suroso. Menurutnya, Persekap bermain bagus dan ngeyel untuk memenangkan laga penentu kali ini. “Saya minta maaf kepada masyarakat Kota Pasuruan karena kami sebagai tamu, kami kurang simpatik,” ujar Suroso. Baca Juga : Peringatan HKN di Pulpis, 13 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Insiden ricuh kemarin juga menjadi perhatian Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang kemarin memang memantau. Salah satunya adalah Mustofa, panitia disiplin grup L. Pria yang juga wakil ketua Komdis Asprov PSSI itu, langsung mencari bukti rekaman video dan keterangan sejumlah pihak yang ada di Stadion Untung Suropati.

Baca Juga :  Lolos ke Perempat Final, Layak Jadi Nomor 1 Dunia

Apakah di laga ini bakal ada yang disanksi? Soal itu, Mustofa menjawab normatif. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti untuk dilaporkan ke Komdis,” kata dia. Yang jelas, apapun insiden yang terjadi dalam laga kemarin, menjadi catatannya. Lalu bagaimana dengan Ismail Marzuki Hasan yang sempat terkena pukulan? Usai insiden, dia bersama jajaran ofisial sempat ditenangkan aparat dan panpel pertandingan. Dia sempat emosi. Wajahnya juga tampak memerah. Baca Juga : Yulistra Ivo Ajak Maksimalkan Halaman Jadi Lahan Produktif Namun, saat ditanya, dia tampak tersenyum. Tapi, enggan untuk merinci insiden kemarin.






Reporter: Jawapos

Most Read

Artikel Terbaru