Stefano Lilipaly resmi bergabung dengan Semen Padang untuk menghadapi Championship 2026/2027 atau kasta kedua sepak bola Indonesia.
Kepindahan gelandang berusia 36 tahun itu diumumkan pada Rabu (15/7/2026) dan langsung menjadi sorotan karena ia memilih turun kasta demi membantu Kabau Sirah memburu gelar juara sekaligus tiket promosi ke Super League musim depan.
Mengapa Stefano Lilipaly Memilih Semen Padang?
Semen Padang mengumumkan kedatangan Stefano Lilipaly melalui akun Instagram resmi klub.
Unggahan tersebut menandai berakhirnya spekulasi mengenai masa depan pemain kelahiran Amsterdam yang sebelumnya memperkuat Dewa United sebagai pemain pinjaman dari Borneo FC.
“Selamat datang Stefano Liliplay. Dia akhirnya di sini,” demikian unggahan @semenpadangfcid.
Kepindahan ini tergolong mengejutkan karena Lilipaly masih tampil di level tertinggi sepak bola Indonesia musim lalu.
Selama sembilan tahun terakhir, mantan pemain Timnas Indonesia itu selalu bermain di kasta tertinggi kompetisi nasional.
Musim 2025/2026, Lilipaly memperkuat Dewa United dengan status pinjaman dari Borneo FC.
Meski usianya sudah menginjak 36 tahun, kualitasnya masih diakui dan ia bahkan beberapa kali kembali mendapat panggilan membela Timnas Indonesia meski menit bermainnya terbatas.
Keputusan menerima pinangan Semen Padang menunjukkan Lilipaly memiliki pertimbangan berbeda dibanding sekadar bertahan di kompetisi tertinggi.
Ia memilih menjadi bagian dari proyek besar Kabau Sirah yang ingin segera kembali ke Super League.
Semen Padang Bangun Skuad Bertabur Bintang
Kehadiran Lilipaly semakin mempertegas keseriusan Semen Padang menghadapi Championship 2026/2027.
Manajemen klub bergerak agresif pada bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman yang sebelumnya tampil di Super League.
Nama-nama seperti Rezaldi Hehanussa, Safrudin Tahar, Novri Setiawan, hingga Gian Zola berhasil direkrut untuk memperkuat skuad.
Deretan pemain tersebut diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun tim yang kompetitif sepanjang musim.
Tak hanya memperkuat komposisi pemain, Semen Padang juga mempercayakan kursi pelatih kepada Nil Maizar.
Pelatih berusia 56 tahun itu dikenal memiliki pengalaman panjang menangani klub-klub Indonesia sehingga dianggap mampu mengembalikan performa tim.
Langkah besar tersebut dilakukan setelah musim lalu menjadi salah satu periode paling sulit bagi Semen Padang.
Kabau Sirah hanya mampu finis di peringkat ke-19 dengan koleksi 20 poin, hanya satu tingkat di atas PSBS Biak yang menjadi juru kunci klasemen.
Hasil tersebut membuat Semen Padang harus menerima kenyataan turun ke Championship. Namun, manajemen tidak ingin klub terlalu lama berada di kasta kedua dan langsung menyusun proyek ambisius untuk kembali ke level tertinggi.
Target Juara Demi Kembali ke Super League
Chief Operating Officer (COO) Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memastikan target klub musim ini bukan sekadar promosi.
Manajemen mengincar gelar juara Championship 2026/2027 agar kembali ke Super League dengan status sebagai tim terbaik.
Braditi menjelaskan seluruh elemen klub langsung melakukan pembenahan setelah mengalami degradasi.
Mulai dari manajemen, tim pelatih, pemain, hingga dukungan suporter memiliki tekad yang sama untuk membawa Semen Padang bangkit.
“Memang semenjak Semen Padang degradasi dari Liga 1 ke Liga 2, kami semua langsung berbenah. Suporter, manajemen, dan seluruh pecinta Semen Padang, semuanya tak ingin berlama-lama di Liga 2,” kata Braditi Moulevey dalam podcast Bincang Bola JawaPos.com, Selasa (14/7/2026).
Optimisme tersebut kemudian diwujudkan melalui perekrutan pemain-pemain berpengalaman yang dinilai mampu meningkatkan kualitas tim secara signifikan.
Lilipaly menjadi salah satu rekrutan paling prestisius karena memiliki pengalaman panjang di kompetisi Indonesia maupun level internasional.
Braditi menegaskan target Semen Padang sudah ditetapkan sejak awal musim. Klub tidak hanya mengejar promosi, tetapi juga ingin mengangkat trofi Championship sebagai simbol kebangkitan setelah terdegradasi.
“Kita telah menyiapkan target dan target kita insyaallah pada musim ini adalah juara dan kembali ke Liga 1,” tegasnya.
Pengalaman Lilipaly Jadi Modal Berharga
Stefano Lilipaly diproyeksikan menjadi motor permainan Semen Padang pada musim 2026/2027. Pengalamannya selama hampir satu dekade bermain di kasta tertinggi diharapkan mampu membimbing pemain-pemain lain dalam menghadapi persaingan Championship.
Selain memiliki kemampuan teknis, Lilipaly juga dikenal sebagai pemain yang mampu bermain di beberapa posisi lini tengah maupun lini depan.
Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi Nil Maizar dalam merancang strategi sepanjang kompetisi.
Jika mampu tampil konsisten, Lilipaly berpeluang menjadi salah satu pembeda dalam perjalanan Semen Padang musim ini.
Kombinasi pemain senior, deretan rekrutan baru, serta target besar dari manajemen membuat Kabau Sirah diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara Championship 2026/2027.
Bagi Lilipaly, keputusan rela turun kasta bisa menjadi langkah penting untuk membuka babak baru dalam kariernya.
Sementara bagi Semen Padang, kedatangan pemain berpengalaman itu menjadi simbol keseriusan klub untuk segera kembali bersaing di Super League. (jpc)


