MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pedagang eceran kini tengah meresahkan warga Kabupaten Barito Utara. Di sejumlah pengecer dan kios “Pertamini”, harga BBM bersubsidi tersebut mendadak naik hingga menyentuh angka Rp16.000 per liter.
Gejolak harga ini diduga kuat merupakan dampak dari naiknya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di SPBU. Lonjakan harga Pertamax tersebut memaksa sebagian besar pengguna kendaraan pribadi putar haluan.
Warga berbondong-bondong beralih mengonsumsi Pertalite demi menghemat biaya operasional harian mereka. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Partai Demokrat, Ardianto. Beliau menyayangkan sikap para pengecer yang memanfaatkan situasi peralihan konsumsi BBM ini untuk membebani ekonomi masyarakat kecil.
“Kenaikan harga di pengecer ini sangat aneh, masalahnya harga resmi pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sama sekali tidak mengalami kenaikan. Dan antrean kendaraan di pengisian SPBU pun tidak terlalu panjang tapi saya malah mendapat laporan harga pertalite di eceran naik,” ungkap Ardianto.
MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pedagang eceran kini tengah meresahkan warga Kabupaten Barito Utara. Di sejumlah pengecer dan kios “Pertamini”, harga BBM bersubsidi tersebut mendadak naik hingga menyentuh angka Rp16.000 per liter.
Gejolak harga ini diduga kuat merupakan dampak dari naiknya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di SPBU. Lonjakan harga Pertamax tersebut memaksa sebagian besar pengguna kendaraan pribadi putar haluan.
Warga berbondong-bondong beralih mengonsumsi Pertalite demi menghemat biaya operasional harian mereka. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Partai Demokrat, Ardianto. Beliau menyayangkan sikap para pengecer yang memanfaatkan situasi peralihan konsumsi BBM ini untuk membebani ekonomi masyarakat kecil.
“Kenaikan harga di pengecer ini sangat aneh, masalahnya harga resmi pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sama sekali tidak mengalami kenaikan. Dan antrean kendaraan di pengisian SPBU pun tidak terlalu panjang tapi saya malah mendapat laporan harga pertalite di eceran naik,” ungkap Ardianto.