Persebaya Gelar Latihan, Bonek Desak Manajemen Umumkan Pelatih Baru

Persebaya Surabaya kembali menggelar latihan dan momen tersebut langsung disambut serbuan komentar dari Bonek yang mendesak manajemen segera mengumumkan pelatih baru.

Unggahan resmi klub pada Kamis, 11 Desember 2025 di Lapangan C Kompleks Gelora Bung Tomo itu menjadi magnet bagi suporter yang sudah gerah menunggu kejelasan arah tim.

Kembalinya Persebaya Surabaya berlatih terjadi di tengah situasi penting menjelang laga berat pekan ke-15 Super League 2025/2026.

Green Force akan menjamu pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, pada 20 Desember 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo.Persiapan tim tidak berjalan mulus karena dua pilar utama, Fransisco Rivera dan Bruno Moreira, dipastikan absen.

Rivera harus menepi dua pertandingan setelah menerima kartu merah saat melawan Persik Kediri, sementara Moreira terkena akumulasi empat kartu kuning.

Absennya dua pemain krusial itu membuat caretaker Uston Nawawi harus menyiapkan strategi berbeda agar ketajaman tim tidak tergerus.

Rivera selama ini menjadi kreator serangan, sedangkan Moreira menjadi sumber gol paling konsisten di lini depan.

Electronic money exchangers listing

Uston menyampaikan jeda kompetisi setelah laga melawan PSM Makassar digunakan untuk evaluasi menyeluruh. Ia mengatakan tim memang belum kalah, tetapi juga belum berhasil meraih kemenangan yang mereka incar.

Ia menegaskan tekad Persebaya Surabaya tetap sama untuk mengejar tiga poin saat menghadapi Borneo FC. Uston berharap evaluasi selama masa istirahat dapat terlihat hasilnya dalam pertandingan penting tersebut.

“Kita akan evaluasi meskipun kita belum kalah tapi belum menang juga, dan kita bertekad mendapatkan 3 poin,” ujarnya.

Baca Juga :  Duel Hebat ! Bakal Menjadi Ajang Adu Ketajaman

Saat ini Persebaya Surabaya berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 18 poin dari 13 laga. Sementara Borneo FC masih kokoh di puncak klasemen dengan torehan 33 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Unggahan latihan Persebaya di Instagram langsung dibanjiri komentar yang sebagian besar berisi desakan agar pelatih baru segera diumumkan. Seorang Bonek menuliskan, “Pengene sustainable tapi kok malah ajurable ngene Jol. Pelatih…manajer..dirtek malah kosongable.”

Komentar bernada harapan hingga keluhan memenuhi kolom unggahan tersebut.

Seorang suporter menulis, “Kami rindu juara!!!!” sebagai gambaran betapa besarnya keinginan publik Surabaya melihat tim kembali bersaing di papan atas.

Beberapa komentar mencerminkan keresahan khas Bonek dengan gaya lugas dan apa adanya.

Ada yang menulis, “Arek-arek ki ngenteni pelatih anyar Jol,” yang menggambarkan betapa lama mereka merasa menunggu pengumuman pelatih.

Suporter lain ikut menyuarakan desakan serupa dengan nada mendesak.

“Pelatih anyare endi sing di enteni ambek arek Bonek n Bonita? Ndang di umumno taa… Ojok kesuwen,” tulis seorang Bonek yang disukai banyak pengguna lain.

Satu komentar lain menyoroti lambatnya keputusan manajemen. “Min kapan kepala pelatihnya sedang menunggu,” tulis seorang suporter yang tampak tidak sabar dengan proses yang terus berlarut-larut.

 

 

Gelombang komentar ini menunjukkan tekanan besar yang dirasakan manajemen jelang laga kontra Borneo FC. Bonek menilai duel tersebut terlalu krusial untuk dihadapi tanpa kejelasan komando pelatih permanen.

Kembalinya tim ke sesi latihan memang memberi sinyal positif persiapan terus berjalan. Namun bagi Bonek, aktivitas tersebut belum cukup tanpa kepastian figur yang akan memimpin tim secara definitif.

Baca Juga :  Timna U-23 Targetkan Emas

Setiap komentar yang muncul memperlihatkan betapa eratnya hubungan emosional suporter dengan perjalanan Persebaya Surabaya.

Para pemain dituntut menjaga fokus di tengah tekanan besar yang datang bukan hanya dari lawan, tetapi juga ekspektasi publik.

Uston kini memikul beban besar untuk menyusun pola permainan tanpa dua pemain inti yang biasanya menjadi pembeda.

Ia harus menemukan alternatif terbaik agar serangan Persebaya Surabaya tetap hidup saat berhadapan dengan tim paling konsisten musim ini.

Di sisi lain, Bonek berharap manajemen tidak menunda lebih lama keputusan terkait pelatih baru. Kejelasan struktur kepelatihan dianggap penting agar seluruh elemen tim dapat bekerja dalam arah yang sama.

Kolom komentar yang ramai itu menjadi bukti Persebaya Surabaya selalu hidup dari dukungan besar suporter.

Namun dukungan itu datang bersama tekanan yang bermuatan tuntutan perbaikan, perubahan, dan kecepatan dalam mengambil keputusan. Kini semua mata tertuju pada langkah manajemen dalam waktu dekat.

Pengumuman pelatih baru menjadi informasi yang paling diincar dan dipercaya bisa mengangkat moral pemain dan suporter menjelang duel besar kontra Borneo FC. Apapun keputusan klub, Bonek tetap menjadi kekuatan terbesar Persebaya Surabaya.

Mereka berharap latihan yang dimulai kembali dapat menjadi titik awal kebangkitan Green Force menuju performa lebih stabil dan kemenangan yang kembali dirindukan.(jpc)

Persebaya Surabaya kembali menggelar latihan dan momen tersebut langsung disambut serbuan komentar dari Bonek yang mendesak manajemen segera mengumumkan pelatih baru.

Unggahan resmi klub pada Kamis, 11 Desember 2025 di Lapangan C Kompleks Gelora Bung Tomo itu menjadi magnet bagi suporter yang sudah gerah menunggu kejelasan arah tim.

Kembalinya Persebaya Surabaya berlatih terjadi di tengah situasi penting menjelang laga berat pekan ke-15 Super League 2025/2026.

Electronic money exchangers listing

Green Force akan menjamu pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, pada 20 Desember 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo.Persiapan tim tidak berjalan mulus karena dua pilar utama, Fransisco Rivera dan Bruno Moreira, dipastikan absen.

Rivera harus menepi dua pertandingan setelah menerima kartu merah saat melawan Persik Kediri, sementara Moreira terkena akumulasi empat kartu kuning.

Absennya dua pemain krusial itu membuat caretaker Uston Nawawi harus menyiapkan strategi berbeda agar ketajaman tim tidak tergerus.

Rivera selama ini menjadi kreator serangan, sedangkan Moreira menjadi sumber gol paling konsisten di lini depan.

Uston menyampaikan jeda kompetisi setelah laga melawan PSM Makassar digunakan untuk evaluasi menyeluruh. Ia mengatakan tim memang belum kalah, tetapi juga belum berhasil meraih kemenangan yang mereka incar.

Ia menegaskan tekad Persebaya Surabaya tetap sama untuk mengejar tiga poin saat menghadapi Borneo FC. Uston berharap evaluasi selama masa istirahat dapat terlihat hasilnya dalam pertandingan penting tersebut.

“Kita akan evaluasi meskipun kita belum kalah tapi belum menang juga, dan kita bertekad mendapatkan 3 poin,” ujarnya.

Baca Juga :  Duel Hebat ! Bakal Menjadi Ajang Adu Ketajaman

Saat ini Persebaya Surabaya berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 18 poin dari 13 laga. Sementara Borneo FC masih kokoh di puncak klasemen dengan torehan 33 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Unggahan latihan Persebaya di Instagram langsung dibanjiri komentar yang sebagian besar berisi desakan agar pelatih baru segera diumumkan. Seorang Bonek menuliskan, “Pengene sustainable tapi kok malah ajurable ngene Jol. Pelatih…manajer..dirtek malah kosongable.”

Komentar bernada harapan hingga keluhan memenuhi kolom unggahan tersebut.

Seorang suporter menulis, “Kami rindu juara!!!!” sebagai gambaran betapa besarnya keinginan publik Surabaya melihat tim kembali bersaing di papan atas.

Beberapa komentar mencerminkan keresahan khas Bonek dengan gaya lugas dan apa adanya.

Ada yang menulis, “Arek-arek ki ngenteni pelatih anyar Jol,” yang menggambarkan betapa lama mereka merasa menunggu pengumuman pelatih.

Suporter lain ikut menyuarakan desakan serupa dengan nada mendesak.

“Pelatih anyare endi sing di enteni ambek arek Bonek n Bonita? Ndang di umumno taa… Ojok kesuwen,” tulis seorang Bonek yang disukai banyak pengguna lain.

Satu komentar lain menyoroti lambatnya keputusan manajemen. “Min kapan kepala pelatihnya sedang menunggu,” tulis seorang suporter yang tampak tidak sabar dengan proses yang terus berlarut-larut.

 

 

Gelombang komentar ini menunjukkan tekanan besar yang dirasakan manajemen jelang laga kontra Borneo FC. Bonek menilai duel tersebut terlalu krusial untuk dihadapi tanpa kejelasan komando pelatih permanen.

Kembalinya tim ke sesi latihan memang memberi sinyal positif persiapan terus berjalan. Namun bagi Bonek, aktivitas tersebut belum cukup tanpa kepastian figur yang akan memimpin tim secara definitif.

Baca Juga :  Timna U-23 Targetkan Emas

Setiap komentar yang muncul memperlihatkan betapa eratnya hubungan emosional suporter dengan perjalanan Persebaya Surabaya.

Para pemain dituntut menjaga fokus di tengah tekanan besar yang datang bukan hanya dari lawan, tetapi juga ekspektasi publik.

Uston kini memikul beban besar untuk menyusun pola permainan tanpa dua pemain inti yang biasanya menjadi pembeda.

Ia harus menemukan alternatif terbaik agar serangan Persebaya Surabaya tetap hidup saat berhadapan dengan tim paling konsisten musim ini.

Di sisi lain, Bonek berharap manajemen tidak menunda lebih lama keputusan terkait pelatih baru. Kejelasan struktur kepelatihan dianggap penting agar seluruh elemen tim dapat bekerja dalam arah yang sama.

Kolom komentar yang ramai itu menjadi bukti Persebaya Surabaya selalu hidup dari dukungan besar suporter.

Namun dukungan itu datang bersama tekanan yang bermuatan tuntutan perbaikan, perubahan, dan kecepatan dalam mengambil keputusan. Kini semua mata tertuju pada langkah manajemen dalam waktu dekat.

Pengumuman pelatih baru menjadi informasi yang paling diincar dan dipercaya bisa mengangkat moral pemain dan suporter menjelang duel besar kontra Borneo FC. Apapun keputusan klub, Bonek tetap menjadi kekuatan terbesar Persebaya Surabaya.

Mereka berharap latihan yang dimulai kembali dapat menjadi titik awal kebangkitan Green Force menuju performa lebih stabil dan kemenangan yang kembali dirindukan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru