Persebaya Surabaya gagal membawa pulang kemenangan usai bermain imbang 0-0 melawan Persis Solo pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026) malam. Duel berlangsung ketat dengan sejumlah peluang emas tercipta, terutama pada babak kedua, namun kedua tim sama-sama gagal memaksimalkan kesempatan.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya harus puas membawa pulang satu poin dari kandang Laskar Sambernyawa. Meski tampil cukup agresif selepas jeda pertandingan, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah skuad asuhan Bernardo Tavares.
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares langsung melakukan perubahan komposisi pemain demi meningkatkan daya gedor timnya. Mikael Tata dimasukkan menggantikan Malik Risaldi untuk menambah kecepatan serangan dari sektor sayap.
Baru lima menit babak kedua berjalan, Persis Solo langsung memberikan ancaman serius ke pertahanan Persebaya Surabaya. Berawal dari tendangan bebas, bola liar di dalam kotak penalti disambar Althaf Indie, namun bola masih membentur pemain bertahan Green Force sehingga gagal mengarah tepat ke gawang.
Tekanan tuan rumah terus berlanjut pada menit ke-59 lewat eksekusi tendangan bebas Dusan Mijic dari luar kotak penalti. Bola sempat mengarah ke sisi gawang Andhika Ramadhani, tetapi akhirnya melambung tipis di atas mistar.
Situasi itu membuat laga berjalan semakin intens dengan tempo tinggi. Persis Solo tampil lebih percaya diri di depan pendukung sendiri dan beberapa kali memaksa lini belakang Persebaya Surabaya bekerja ekstra keras.
Melihat tekanan Persis Solo semakin meningkat, Bernardo Tavares kembali melakukan pergantian pemain. Gali Freitas dan Dimas Wicaksono dimasukkan untuk menggantikan Koko Ari dan Bruno Moreira.
Perubahan itu membuat Persebaya Surabaya mulai mampu keluar dari tekanan lawan. Aliran bola di lini tengah menjadi lebih hidup meski tuan rumah tetap agresif melancarkan serangan bertubi-tubi.
Gustavo Fernández bersama lini pertahanan Green Force tampil disiplin sepanjang pertandingan. Beberapa upaya serangan cepat Persis Solo berhasil dipatahkan sebelum memasuki area berbahaya di depan gawang Andhika Ramadhani.
Pertahanan rapat itu menjadi salah satu faktor penting yang membuat Persebaya Surabaya mampu menjaga cleansheet hingga pertandingan berakhir. Di sisi lain, efektivitas serangan masih belum maksimal meski sejumlah peluang berhasil diciptakan.
Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk mencuri kemenangan pada menit ke-72. Skema serangan dibangun rapi melalui Milos Raickovic yang mengalirkan bola kepada Francisco Rivera sebelum diteruskan kepada Mikael Tata di dalam kotak penalti.
Mikael Tata langsung melepaskan sepakan keras setelah menerima umpan matang dari Rivera. Namun bola kembali gagal berbuah gol setelah membentur lini pertahanan Persis Solo yang tampil cukup solid sepanjang laga.
Momentum itu membuat pertandingan semakin terbuka memasuki 10 menit akhir pertandingan. Kedua tim mulai berani bermain menyerang dan silih berganti melancarkan tekanan demi memecah kebuntuan.
Meski begitu, minimnya peluang bersih membuat skor tetap bertahan tanpa gol. Baik Persebaya Surabaya maupun Persis Solo terlihat kesulitan menciptakan penyelesaian akhir yang benar-benar efektif di depan gawang lawan.
Peluang terbaik Persebaya Surabaya datang menjelang pertandingan usai pada menit ke-89. Francisco Rivera melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih membentur kaki Luka Dumanic dan gagal menembus pertahanan Persis Solo.
Semenit berselang, Bruno Paraiba sukses melewati kawalan pemain belakang Persis Solo dan mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Sayangnya, upaya striker asal Brasil itu masih mampu diamankan kiper Persis Solo yang tampil cukup sigap di bawah mistar.
Dua peluang beruntun itu menjadi kesempatan terakhir Green Force untuk mencuri tiga poin di Stadion Manahan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0-0 tetap bertahan untuk kedua tim.
Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya harus puas membawa pulang satu angka dari laga tandang yang berlangsung ketat. Meski gagal menang, lini pertahanan Green Force menunjukkan performa disiplin saat menghadapi tekanan agresif dari Persis Solo sepanjang babak kedua.(jpc)


