FC PORTO
memiliki arti penting bagi entrenador Sevilla Julen Lopetegui maupun allenatore
AS Roma Paulo Fonseca. Periode saat menangani klub berjuluk Dragoes itu adalah
momen karir Lopetegui dan Fonseca mengorbit di Eropa. Khususnya di Liga Europa.
Capaian awal
Fonseca di Eropa adalah membawa FC Porto ke perempat final Liga Europa pada
2013–2014. Capaian itu direplika Lopetegui bersama Dragoes semusim berikutnya
(2014–2015).
Alhasil, duel
Sevilla versus AS Roma dalam single leg babak 16 besar Liga Europa di MSV-Arena
dini hari nanti (siaran langsung SCTV pukul 23.55 WIB) sangat berarti bagi
kedua pelatih. Bukan hanya membangkitkan memori sebagai alumni Dragoes,
melainkan juga kesempatan memulihkan reputasi masing-masing.
Khusus
Lopetegui, dia ingin mengembalikan namanya setelah berantakan bersama Real
Madrid musim lalu. Pelatih 53 tahun tersebut dipecat di tengah jalan oleh Real
seiring hanya membukukan persentase kemenangan 42,86 atau hasil 6 kali menang,
2 kali seri, dan 6 kali kalah dari 14 pertandingan. Meski begitu, Lopetegui
masih berhasil memenangi Piala Dunia Antarklub bersama Los Merengues, sebutan
Real Madrid.
Musim ini
performa mantan kiper FC Barcelona itu membaik bersama Sevilla. Lopetegui
membawa rival sekota Real Betis tersebut finis di posisi keempat La Liga
sehingga berhak tampil di Liga Champions musim depan. Jadi, meski gagal
menjuarai Liga Europa, Jesus Navas dkk tetap berkiprah di Liga Champions musim
depan. ’’Beban kami jauh lebih berkurang dengan tiket Liga Champions yang telah
diamankan,’’ kata Lopetegui seperti dilansir EFE. ’’Tetapi, bukan berarti kami
tidak ingin memenangi ajang ini,’’ imbuh pelatih yang mencatatkan 54 persen
kemenangan dari 50 laga bersama Sevilla tersebut.
Sebagai tim
yang pernah meraih hat-trick juara Liga Europa (2014–2016) bersama Unai Emery,
Lopetegui ingin Sevilla kembali disegani di Eropa. Khusus menghadapi AS Roma,
Los Nervionenses –julukan Sevilla– memiliki statistik superior atau belum
terkalahkan kala bersua wakil Italia selama di Liga Europa.
Dari empat
pertemuan, Sevilla selalu menang. Yakni, melawan SS Lazio pada babak 32 besar
musim lalu dan Fiorentina di semifinal edisi 2014–2015. Hebatnya lagi, gawang
Sevilla belum pernah bobol dan mampu melesakkan 8 gol atau rata-rata 2 gol per
laga.
Satu-satunya
handicap Sevilla dan Lopetegui adalah absennya gelandang Nemanja Gudelj karena
positif Covid-19. Gudelj saat ini menjalani karantina mandiri di kediamannya.
Pemain 28 tahun itu merupakan pilihan utama Lopetegui musim ini seiring bermain
dalam 36 laga.
’’Aku tidak
merasakan apa pun (karena Covid-19, Red). Meski begitu, aku harus mematuhi
prosedur dan tetap berlatih dua kali sehari. Sevilla akan menang (dini hari
nanti, Red) dan memenangi Liga Europa untuk kali keenam,’’ kata Gudelj kepada
Marca.
Seperti
Lopetegui, Fonseca yang menjalani musim perdana bersama AS Roma dianggap belum
sukses lantaran klub berjuluk Giallorossi tersebut hanya finis kelima di Serie
A 2019–2020. Itu berarti Edin Dzeko dkk hanya berlaga di Liga Europa musim
depan.
Supaya
Giallorossi tampil di Liga Champions musim depan, tidak ada pilihan bagi
Fonseca selain memenangi Liga Europa musim ini. Jika dibandingkan dengan musim
lalu yang hanya membawa Shakhtar Donetsk bertahan di babak 32 besar Liga
Europa, capaian Fonseca musim ini sebenarnya lebih bagus.
’’Masalahnya,
Anda tidak bisa puas dengan capaian saat ini karena sebelum saya datang klub
ini (AS Roma) konsisten berada di Liga Champions. Bahkan mendapatkan capaian
terbaik (lolos ke semifinal musim 2017–2018, Red),’’ beber Fonseca seperti
dilansir Sky Italia.
Perkiraan Pemain
Sevilla
(4-3-3): 13-Bounou (g); 16-Navas (c), 20-Diego Carlos, 12-Kounde, 18-Escudero;
21-Torres, 25-Fernando, 24-Jordan; 11-Munir, 19-De Jong, 5-Ocampos
Pelatih: Julen Lopetegui
AS Roma
(3-4-2-1): 13-Pau Lopez (g); 23-Mancini, 20-Fazio, 11-Kolarov; 33-Peres,
4-Cristante, 42-Diawara, 37-Spinazzola; 77-Mkhitaryan, 31-Lucas Perez; 9-Dzeko
(c)
Pelatih: Paulo Fonseca
Wasit: Bjorn
Kuipers (Belanda)
Stadion: MSV-Arena, Duisburg
Siaran Langsung: SCTV pukul 23.55 WIB
Asian Handicap
0:1/4