PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Palangka Raya harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyusun arah perjuangan politik menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029.
Menurut Edy, Musda merupakan forum tertinggi Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Karena itu, agenda tersebut tidak hanya bertujuan memilih kepengurusan baru, tetapi juga mengevaluasi organisasi, memperkuat konsolidasi, serta merumuskan langkah strategis Partai Golkar Kota Palangka Raya untuk lima tahun ke depan.
“Musda bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat soliditas, memperbaharui semangat perjuangan, serta memastikan Partai Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang relevan, dicintai rakyat, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Edy saat pembukaan Musda XI Partai Golkar Kota Palangka Raya di Aquarius Boutique Hotel, Sabtu (25/7/2026).
Dia mengatakan perkembangan dinamika politik, sosial, hingga kemajuan teknologi informasi menuntut partai politik terus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, terbuka, adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Terlebih, generasi muda kini semakin aktif dalam ruang digital sehingga ekspektasi publik terhadap partai politik juga terus meningkat.
Dalam kesempatan itu, Edy menyampaikan arah perjuangan Partai Golkar melalui konsep “Panca Sukses”, yakni sukses konsolidasi dan transformasi menuju partai modern, sukses inovasi kaderisasi dan keanggotaan, sukses mendukung pencapaian visi Indonesia Maju dan Negara Kesejahteraan 2045, sukses memantapkan demokrasi, serta sukses memenangkan Pemilu dan Pilkada Tahun 2029.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, kekuatan Partai Golkar selama ini tidak hanya berasal dari sejarah panjang partai, tetapi juga kemampuan menjaga konsolidasi organisasi melalui struktur yang lengkap hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
“Musda ini harus menjadi ruang bermusyawarah yang sehat, bermartabat, dan menjunjung tinggi semangat musyawarah mufakat. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai melahirkan perpecahan,” tegasnya.
Selain itu, Edy mendorong pengurus yang akan datang memberikan perhatian serius terhadap kaderisasi dan regenerasi. Ia menilai Golkar harus terus melahirkan kader yang berkualitas, berintegritas, memiliki kapasitas, loyalitas, dan kemampuan kepemimpinan yang baik, sekaligus memberikan ruang lebih luas kepada generasi muda, perempuan, kalangan profesional, serta tokoh masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya transformasi organisasi berbasis teknologi informasi. Menurutnya, sistem administrasi, database kader, dan tata kelola organisasi harus dibangun secara modern agar komunikasi politik menjadi lebih cepat, efektif, dan terukur.
Di sisi lain, kepengurusan mendatang juga diharapkan memperhatikan penataan aset dan sekretariat partai sebagai bagian dari penguatan kelembagaan organisasi.
Edy menegaskan kepengurusan yang terbentuk melalui Musda harus segera bergerak melakukan konsolidasi, memperkuat basis suara, membangun kaderisasi, memperkuat saksi, meningkatkan pendidikan politik masyarakat, serta membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, sekaligus memperbanyak kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kader Partai Golkar pada Pemilu dan Pilkada 2029. (adr)


