PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman dan distribusi kepada masyarakat berjalan normal meskipun saat inspeksi mendadak (sidak) ditemukan sejumlah pangkalan belum memiliki stok.
Sales Branch Manager (SBM) Kalteng IV Gas PT Pertamina Patra Niaga, Hadyan menyebut, tidak ada kendala pasokan LPG subsidi di wilayah tersebut dan stok yang tersedia masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami sampaikan bahwa terkait ketersediaan stok Elpiji khususnya di Kota Palangka Raya itu kita tidak ada kekurangan dan distribusi berjalan normal,” katanya, Rabu (24/6/2026).
Dia menjelaskan, kondisi pangkalan yang masih kosong saat sidak berlangsung kemungkinan disebabkan armada agen masih dalam proses pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) maupun dalam perjalanan menuju pangkalan.
“Bahwa di pagi hari ini LPG ini masih kosong, ada kemungkinan proses distribusi armada agen yang masih melakukan pengisian ataupun masih dalam perjalanan dari Tangkiling menuju ke Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Menurut Hadyan, distribusi Elpiji di Kota Palangka Raya bergantung pada SPBE yang berada di Tangkiling. Fasilitas tersebut tidak hanya melayani kebutuhan Kota Palangka Raya, tetapi juga memasok Elpiji ke lima kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Nah, kebetulan untuk di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya ini, kita ada SPBE di Tangkiling. SPBE itu meng-cover lima kabupaten kota,” katanya.
Selain itu, terdapat sembilan agen Elpiji yang aktif beroperasi di Kota Palangka Raya sehingga proses pengisian dan distribusi harus dilakukan secara bergantian sesuai jadwal dan alokasi masing-masing agen.
Karena itu, lanjut dia, kondisi kosong sementara di sejumlah pangkalan tidak dapat langsung diartikan sebagai kelangkaan Elpiji di masyarakat.
“Kita sama sekali tidak ada kendala ya, posisinya stok kita aman, distribusi kita normal. Insya Allah, pasti di sore hari ini pun stok-stok ini pasti sampai,” ucapnya.
Hadyan menambahkan setiap armada agen rata-rata mengangkut sekitar 560 tabung Elpiji dalam satu kali pengiriman yang kemudian disalurkan ke beberapa pangkalan sekaligus sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Saat ini jumlah pangkalan Elpiji aktif di Kota Palangka Raya diperkirakan mencapai 300 hingga 400 pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah untuk melayani kebutuhan masyarakat. (adr)


