26.7 C
Jakarta
Wednesday, March 25, 2026

Harga Cabai di Nanga Bulik Tembus Rp120 Ribu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Harga cabai di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, melonjak tajam jelang Idulfitri 2026 hingga menembus Rp120.000 per kilogram. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan warga karena terjadi cepat dan terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga cabai rawit menjadi sorotan utama di pasar tradisional Nanga Bulik. Kondisi ini tak hanya membebani konsumen, tetapi juga pedagang yang harus menghadapi penurunan daya beli masyarakat.

Pantauan di lapangan per Senin (16/3), harga cabai rawit di pasaran bahkan telah menyentuh angka Rp120.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi bertahap dalam waktu singkat.

“Harga cabai naik terus dalam beberapa hari terakhir. Dari Rp70 ribu, naik ke Rp85 ribu, lalu Rp95 ribu, dan sekarang sudah Rp120 ribu per kilo,” kata Paijo, pedagang sayur di dalam kota, Selasa (17/3).

Baca Juga :  Sebabkan Kecelakaan, Sopir Truk CPO Diperiksa Intensif

Tak hanya cabai rawit, jenis cabai lainnya juga ikut naik. Cabai merah keriting kini dibanderol Rp85.000 per kilogram.

Kondisi serupa terlihat di Pasar Subuh Nanga Bulik. Hampir seluruh bumbu dapur dan sayuran mengalami kenaikan harga dengan variasi berbeda.

Berikut rincian harga terbaru sejumlah komoditas:

Electronic money exchangers listing
  • Cabai rawit: dari Rp70.000 menjadi Rp120.000/kg

  • Cabai lalap hijau: dari Rp50.000 menjadi Rp90.000/kg

  • Bawang merah: Rp85.000/kg

  • Tomat: dari Rp15.000 menjadi Rp23.000/kg

  • Timun: dari Rp8.000 menjadi Rp15.000/kg

  • Ikan nila: Rp58.000/kg

Rina, pedagang di Pasar Subuh, mengungkapkan kondisi pasar justru sepi di tengah kenaikan harga.

“Pasar masih sepi, kemungkinan karena warga mulai mudik. Sementara itu, biaya tambahan seperti plastik pembungkus juga ikut naik, jadi margin kami makin tipis,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Dia Update Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Kenaikan harga ini membuat konsumen semakin terbebani. Lia, ibu rumah tangga di Nanga Bulik, mengaku kesulitan mengatur pengeluaran harian.

“Cabai naik, sayur naik, ikan juga ikut naik. Tadi beli nila sudah Rp58 ribu sekilo. Belum lagi gas LPG masih langka dan mahal, jadi makin berat,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan menjelang Lebaran. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Harga cabai di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, melonjak tajam jelang Idulfitri 2026 hingga menembus Rp120.000 per kilogram. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan warga karena terjadi cepat dan terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga cabai rawit menjadi sorotan utama di pasar tradisional Nanga Bulik. Kondisi ini tak hanya membebani konsumen, tetapi juga pedagang yang harus menghadapi penurunan daya beli masyarakat.

Pantauan di lapangan per Senin (16/3), harga cabai rawit di pasaran bahkan telah menyentuh angka Rp120.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi bertahap dalam waktu singkat.

Electronic money exchangers listing

“Harga cabai naik terus dalam beberapa hari terakhir. Dari Rp70 ribu, naik ke Rp85 ribu, lalu Rp95 ribu, dan sekarang sudah Rp120 ribu per kilo,” kata Paijo, pedagang sayur di dalam kota, Selasa (17/3).

Baca Juga :  Sebabkan Kecelakaan, Sopir Truk CPO Diperiksa Intensif

Tak hanya cabai rawit, jenis cabai lainnya juga ikut naik. Cabai merah keriting kini dibanderol Rp85.000 per kilogram.

Kondisi serupa terlihat di Pasar Subuh Nanga Bulik. Hampir seluruh bumbu dapur dan sayuran mengalami kenaikan harga dengan variasi berbeda.

Berikut rincian harga terbaru sejumlah komoditas:

  • Cabai rawit: dari Rp70.000 menjadi Rp120.000/kg

  • Cabai lalap hijau: dari Rp50.000 menjadi Rp90.000/kg

  • Bawang merah: Rp85.000/kg

  • Tomat: dari Rp15.000 menjadi Rp23.000/kg

  • Timun: dari Rp8.000 menjadi Rp15.000/kg

  • Ikan nila: Rp58.000/kg

Rina, pedagang di Pasar Subuh, mengungkapkan kondisi pasar justru sepi di tengah kenaikan harga.

“Pasar masih sepi, kemungkinan karena warga mulai mudik. Sementara itu, biaya tambahan seperti plastik pembungkus juga ikut naik, jadi margin kami makin tipis,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Dia Update Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Kenaikan harga ini membuat konsumen semakin terbebani. Lia, ibu rumah tangga di Nanga Bulik, mengaku kesulitan mengatur pengeluaran harian.

“Cabai naik, sayur naik, ikan juga ikut naik. Tadi beli nila sudah Rp58 ribu sekilo. Belum lagi gas LPG masih langka dan mahal, jadi makin berat,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan menjelang Lebaran. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/