Pemko Palangka Raya menyebut inflasi masih dipengaruhi dampak kenaikan BBM, namun optimistis kondisi mulai terkendali seiring stabilnya pasokan bahan pokok.
Harga cabai di Lamandau sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram. Pemkab Lamandau pun memperkuat produksi lokal sebagai langkah pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyebut kenaikan harga cabai merah dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah produsen di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas TPHP Kalteng Rendy Lesmana, memastikan harga cabai dan sejumlah komoditas hortikultura di daerah masih dalam kondisi stabil menjelang akhir tahun.
Menjelang Ramadan, harga cabai di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, mengalami lonjakan signifikan. Sejak pekan ketiga Februari 2025, harga komoditas ini terus meningkat hingga menembus Rp 120 ribu per kilogram. Kenaikan ini dikeluhkan warga karena berimbas pada pengeluaran rumah tangga.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mewakili Pj Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi 2025 secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Harga bahan pokok di Pasar Kahayan, Kota Palangkaraya, mengalami kenaikan dan penurunan dalam minggu-minggu terakhir. Harga tomat dan daun bawang menunjukkan penurunan signifikan, sedangkan harga cabai justru melonjak tinggi.
Harga cabai rawit di Kota Palangkaraya baru-baru ini mengalami kenaikan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya, Sugiyanto. Menyampaikan, bahwa berdasarkan data dari dinas tersebut, harga cabai mengalami kenaikan, meskipun tidak signifikan.
Kemarau panjang yang melanda dan minimnya pasokan dari luar daerah, berdampak pada lonjakan harga bahan pokok dan kebutuhan pangan di Palangka Raya. Kondisi itu sudah terjadi beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga terutama cabai rawit terjadi lagi, Minggu (19/11).