PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Khususnya Pertalite (Subsid) dan Pertamax di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dalam kondisi aman.
Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Kalteng, Donny Prasetya. Mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan menambah volume penyaluran BBM.
“Saat ini kami melakukan penambahan penyaluran harian, khususnya untuk produk Pertamax. Peningkatannya sekitar 15 sampai 20 persen dari rata-rata harian normal,” ujar Donny dalam pertemuan dengan awak media  di Istana Isen Mulang.
Selain menambah pasokan harian, Pertamina juga akan memperpanjang jam operasional SPBU. Kebijakan ini rencananya akan diimplementasikan secara bertahap.
Nantinya, SPBU di wilayah tersebut akan melayani masyarakat lebih lama dari biasanya. Jam operasional akan diperpanjang hingga pukul 01.00 dini hari.
Dalam kesempatan itu, Donny juga menepis isu terkait pembatasan pembelian BBM non-subsidi. Ia menegaskan tidak ada batasan pembelian Pertamax untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pihaknya juga membantah kabar yang menyebutkan perlunya barcode untuk membeli Pertamax.
“Kami imbau masyarakat tidak termakan isu di medsos. Kami pastikan tidak ada penggunaan barcode untuk pembelian Pertamax,” tegasnya.
Sementara itu, untuk BBM jenis Pertalite dan Biosolar, aturannya tetap berjalan seperti biasa, untuk Jenis Transportasi Roda 4 (Mobil). Pembelian wajib menggunakan barcode resmi yang diterbitkan Pertamina.
Meski diwajibkan menggunakan barcode , Donny memastikan tidak ada pembatasan kuota pembelian untuk Pertalite maupun Biosolar di SPBU.
Pertamina mengimbau masyarakat Palangka Raya, Â untuk tidak panik dan menghindari panic buying . Warga diminta tetap beraktivitas normal dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. (her)


