MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hj Rujana Anggraini, menyoroti lonjakan harga bahan pendukung produksi yang mulai membebani sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tekanan baru yang dialami para pelaku usaha tingkat bawah, seperti kenaikan harga kemasan plastik, kertas pembungkus, hingga berbagai bahan baku tambahan lainnya.
Menurut Hj Rujana, kondisi ini menempatkan pelaku UMKM pada posisi sulit. Di satu sisi, mereka terpaksa menyesuaikan harga jual karena biaya operasional membengkak. Namun di sisi lain, kenaikan harga berisiko menurunkan daya beli masyarakat yang masih dalam masa pemulihan ekonomi.
“Kami menerima laporan bahwa situasinya sudah cukup berat. Sebagian terpaksa menaikkan harga jual agar tidak rugi, bahkan ada yang memilih tutup sementara sambil menunggu harga bahan baku kembali stabil,” ujarnya, Jumat (7/3).
Politisi itu menegaskan fenomena tersebut tidak boleh dibiarkan berkepanjangan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia khawatir banyak UMKM yang gulung tikar akibat tekanan modal yang terus meningkat di tengah melemahnya daya beli.
Hj. Rujana meminta pemerintah daerah, melalui dinas terkait, untuk terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga barang pendukung produksi di pasar. Ia juga mendorong pelaku UMKM agar tetap optimistis dan mulai berinovasi dalam manajemen produksi.
Sebagai langkah konkret, ia berharap pemerintah segera menghadirkan skema bantuan atau operasi pasar yang menyasar bahan-bahan pendukung produksi UMKM.
“Perlindungan terhadap sektor ini sangat krusial karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan di Barito Utara yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari,” pungkasnya. (ren)


