BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Sawit dalam Penyusunan RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan Murung Raya

PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat komitmennya dalam perlindungan pekerja sektor kelapa sawit dengan menghadiri Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) awal penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Murung Raya, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi bahwa industri sawit berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga wajib memberikan jaminan perlindungan bagi para pekerjanya.

Penyusunan RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam memastikan industri sawit di daerah tersebut memenuhi standar global sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui forum ini, berbagai pemangku kepentingan membahas integrasi aspek keberlanjutan lingkungan dengan perlindungan sosial bagi petani dan buruh sawit.

Baca Juga :  Perusahaan HPH di Murung Raya Bayar Denda Adat Rp921 Juta

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, menegaskan bahwa penyusunan RAD merupakan upaya untuk memastikan seluruh aktivitas perkebunan kelapa sawit memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal operasional kelapa sawit di Murung Raya membawa manfaat nyata. Melalui RAD ini, kita mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dengan kepastian perlindungan sosial bagi para petani dan buruh sawit kita,” tegas Sri Karyawati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Muara Teweh, Fajar Kunaefi, menekankan bahwa jaminan sosial merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi pekerja sektor perkebunan.

“Partisipasi kami dalam forum ini adalah untuk memastikan bahwa setiap pekerja sawit di Bumi Maluhu Alung Keruh mendapatkan hak perlindungan jaminan sosial. Dengan terlindunginya pekerja dari risiko kecelakaan kerja dan kematian, kita membangun fondasi ekonomi keluarga pekerja yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ungkap Fajar Kunaefi.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tanpa Pemadaman! GAES PDKB PLN Kalselteng Perkuat Keandalan Listrik Ramadan 2026

Diskusi yang berlangsung menghasilkan kesepakatan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kunci keberhasilan implementasi RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat cakupan kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja di perusahaan besar maupun petani swadaya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja di seluruh pelosok Kalimantan Tengah. (ren/b)

PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat komitmennya dalam perlindungan pekerja sektor kelapa sawit dengan menghadiri Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) awal penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Murung Raya, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi bahwa industri sawit berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga wajib memberikan jaminan perlindungan bagi para pekerjanya.

Penyusunan RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam memastikan industri sawit di daerah tersebut memenuhi standar global sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui forum ini, berbagai pemangku kepentingan membahas integrasi aspek keberlanjutan lingkungan dengan perlindungan sosial bagi petani dan buruh sawit.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Perusahaan HPH di Murung Raya Bayar Denda Adat Rp921 Juta

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, menegaskan bahwa penyusunan RAD merupakan upaya untuk memastikan seluruh aktivitas perkebunan kelapa sawit memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal operasional kelapa sawit di Murung Raya membawa manfaat nyata. Melalui RAD ini, kita mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dengan kepastian perlindungan sosial bagi para petani dan buruh sawit kita,” tegas Sri Karyawati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Muara Teweh, Fajar Kunaefi, menekankan bahwa jaminan sosial merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi pekerja sektor perkebunan.

“Partisipasi kami dalam forum ini adalah untuk memastikan bahwa setiap pekerja sawit di Bumi Maluhu Alung Keruh mendapatkan hak perlindungan jaminan sosial. Dengan terlindunginya pekerja dari risiko kecelakaan kerja dan kematian, kita membangun fondasi ekonomi keluarga pekerja yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ungkap Fajar Kunaefi.

Baca Juga :  Tanpa Pemadaman! GAES PDKB PLN Kalselteng Perkuat Keandalan Listrik Ramadan 2026

Diskusi yang berlangsung menghasilkan kesepakatan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kunci keberhasilan implementasi RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat cakupan kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja di perusahaan besar maupun petani swadaya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja di seluruh pelosok Kalimantan Tengah. (ren/b)

Terpopuler

Artikel Terbaru