BALIKPAPAN, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Balikpapan mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pelatihan ecoprint. Program yang digelar dalam semangat HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu ditujukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi penyandang disabilitas di Kota Balikpapan.
Bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan, pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Juli 2026, di Sekretariat PPDI Kota Balikpapan, Telaga Sari. Peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari memilih bahan alami, menyusun daun dan bunga, mencetak motif pada kain, hingga menyelesaikan produk ecoprint yang memiliki nilai jual.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan tersebut juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, ketelitian, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kewirausahaan agar para peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua PPDI Kota Balikpapan, Sugiyanto, mengapresiasi kepedulian PLN yang menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan itu tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun optimisme para peserta.
“Banyak peserta yang sebelumnya belum pernah mengenal teknik ecoprint, tetapi melalui pelatihan ini mereka mampu menghasilkan karya dengan tangan mereka sendiri. Ini bukan hanya tentang membuat produk, tetapi juga membangun keyakinan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkembang, dan mandiri. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi para peserta dan keluarganya. Terima kasih kepada PLN yang telah membuka ruang bagi kami untuk terus tumbuh dan berdaya,” ujar Sugiyanto.
Manager PLN UPT Balikpapan, Jati Pharmadita, mengatakan semangat Kemerdekaan Indonesia harus diwujudkan dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkembang dan mandiri.
“Kemerdekaan Indonesia bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk berkarya dan mandiri. Melalui program ecoprint ini, kami ingin mendorong teman-teman penyandang disabilitas agar semakin percaya diri, memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi, serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” katanya.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan program TJSL PLN merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat yang inklusif.
“PLN percaya bahwa semangat Kemerdekaan Indonesia harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya saing. Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menghadirkan harapan baru serta meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas melalui kemandirian ekonomi,” ujar Riko.
Melalui kolaborasi PLN UPT Balikpapan, PPDI Kota Balikpapan, dan para pendamping, program tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM ecoprint yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (tim)


