PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng. Bantuan berupa 7.500 pcs masker dan 1.000 pack vitamin tersebut disalurkan ke Posko Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (3/9).

Pemimpin BRI Cabang Palangka Raya, Defri Gunawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial BRI Pusat melalui BRI Peduli sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.
“Bantuan masker dan vitamin ini merupakan program dari BRI Pusat melalui BRI Peduli. Hari ini kami salurkan ke Posko UPR Palangka Raya untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Defri.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya relawan dan warga yang berada di wilayah terdampak asap karhutla. Masker dapat digunakan untuk mengurangi paparan asap, sedangkan vitamin membantu menjaga kondisi tubuh di tengah kualitas udara yang kurang baik.
Defri berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan. Semoga kondisi karhutla segera terkendali sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Hubungan Masyarakat, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI yang telah memberikan bantuan melalui Posko UPR.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI yang telah menyalurkan bantuan masker dan vitamin ke Posko UPR. Bantuan ini tentunya sangat berarti bagi kami dan nantinya akan kami distribusikan kepada para relawan serta masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Jhon Retei berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu menjaga kesehatan masyarakat dan relawan, tetapi juga semakin memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana karhutla.
“Semoga kepedulian seperti ini dapat terus terjalin dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam melindungi masyarakat, terutama mereka yang berada di garis depan dalam penanganan dampak karhutla,” pungkasnya. (adv/yan/b-3)


