KASONGAN, PROKALTENG.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan terus meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pemenuhan hak atas pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan melaksanakan program pendidikan kesetaraan bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Katingan Harati dan Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Kamis (30/7/2026).
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan dengan SKB Katingan Harati sebagai bentuk sinergi dalam memberikan akses pendidikan kepada WBP selama menjalani masa pidana.
Pada tahap awal, sebanyak 15 WBP mengikuti program pendidikan kesetaraan. Mereka merupakan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti kegiatan. Sementara itu, proses pendataan dan seleksi akan terus dilakukan agar lebih banyak WBP dapat mengikuti program tersebut.
Program pendidikan kesetaraan diharapkan menjadi kesempatan bagi WBP untuk melanjutkan maupun menyelesaikan pendidikan formal yang belum terselesaikan. Selain meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademik, program ini juga menjadi bagian dari pembinaan untuk membekali WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, mengatakan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi WBP untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri. Melalui kerja sama dengan SKB Katingan Harati, kami berharap program pendidikan kesetaraan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi WBP,” ujarnya.
Ke depan, Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan bersama SKB Katingan Harati dan Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan akan terus melakukan pendataan dan seleksi terhadap WBP yang berminat serta memenuhi persyaratan mengikuti program pendidikan kesetaraan.
“Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak WBP dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang berkelanjutan, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial,” pungkasnya. (eri)


