Enam Titik Api Muncul di Lamandau, Tim Gabungan Kewalahan Padamkan Karhutla

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Lamandau kian memprihatinkan. Sedikitnya enam titik api terdeteksi bermunculan dan menyebar di sejumlah wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan, pada Sabtu (29/8/2026), sehingga tim gabungan harus bekerja ekstra keras melakukan pemadaman.

Tim gabungan dari BPBD, Damkar, Kepolisian, dan TNI sempat kewalahan lantaran kobaran api memuncak secara bersamaan di beberapa lokasi berbeda.

Kalaksa BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan maraknya sebaran Karhutla yang terjadi pada hari tersebut. Berdasarkan data awal, terdapat sedikitnya enam titik api yang terdeteksi.

“Ada sekitar 6 titik api informasi yang didapat sementara ini, baik di wilayah kota maupun perdesaan. Kita meminta perusahaan setempat agar bisa membantu penanganan Karhutla di wilayahnya masing-masing,” ungkap Hendikel.

Baca Juga :  Polres Lamandau Dorong Tata Kelola Aset Desa Transparan Lewat Penyuluhan Hukum

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat lokal. Salah satu warga, Ria, berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar kabut asap tidak memburuk serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kami khawatir kabut asap makin tebal dan mengganggu anak-anak sekolah serta balita. Kami sangat berharap petugas dan pihak terkait bisa segera memadamkan api sepenuhnya,” tuturnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Lamandau kian memprihatinkan. Sedikitnya enam titik api terdeteksi bermunculan dan menyebar di sejumlah wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan, pada Sabtu (29/8/2026), sehingga tim gabungan harus bekerja ekstra keras melakukan pemadaman.

Tim gabungan dari BPBD, Damkar, Kepolisian, dan TNI sempat kewalahan lantaran kobaran api memuncak secara bersamaan di beberapa lokasi berbeda.

Kalaksa BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan maraknya sebaran Karhutla yang terjadi pada hari tersebut. Berdasarkan data awal, terdapat sedikitnya enam titik api yang terdeteksi.

Electronic money exchangers listing

“Ada sekitar 6 titik api informasi yang didapat sementara ini, baik di wilayah kota maupun perdesaan. Kita meminta perusahaan setempat agar bisa membantu penanganan Karhutla di wilayahnya masing-masing,” ungkap Hendikel.

Baca Juga :  Polres Lamandau Dorong Tata Kelola Aset Desa Transparan Lewat Penyuluhan Hukum

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat lokal. Salah satu warga, Ria, berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar kabut asap tidak memburuk serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kami khawatir kabut asap makin tebal dan mengganggu anak-anak sekolah serta balita. Kami sangat berharap petugas dan pihak terkait bisa segera memadamkan api sepenuhnya,” tuturnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru