PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Duka menyelimuti para relawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya. Akhmad Rijani, salah satu pejuang Karhutla yang aktif turun ke lapangan sekaligus Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026).
Wakil Ketua TSAK Palangka, Mulyadi (55), mengatakan kondisi kesehatan Akhmad Rijani mulai menurun setelah menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Almarhum diduga mengalami sesak napas setelah terpapar asap saat berada di lokasi pemadaman.
“Setelah pemadaman karhutla di Jalan Rungan kondisi beliau drop. Terpapar asap, kemudian sesak napas dan ada riwayat tekanan darah tinggi,” kata Mulyadi.
Mengetahui rekannya tumbang, Mulyadi langsung bergegas mendekat. Ia mendapati kondisi fisik korban yang sudah sangat mengkhawatirkan.
“Kulihat sudah berubah, mata sudah ke atas yang putihnya, kebalik sudah. Terus tangan kaku, langsung kurangkul,” ungkap Mulyadi.
Dalam kondisi kritis tersebut, korban ternyata sempat menolak dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
“Orangnya masih sadar, tapi kada (tidak) mau dibawa ke rumah sakit. Kebetulan ada mobil PLN habis membenahi tiang, nah aku minta tolong diantar bawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Mulyadi menuturkan, Akhmad Rijani kemudian mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pambelum selama enam hari.
Setelah menjalani perawatan, kondisi almarhum belum juga membaik hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis.
“Dirawat di Rumah Sakit Pambelum selama enam hari. Hari Sabtu lalu masih dalam perawatan, kemudian Kamis ini beliau berpulang,” tuturnya.


