PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan.
Sejak status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni 2026, tercatat 362 kejadian dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 440,83 hektare.
​Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan bahwa sejak ditetapkannya Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 26 Agustus 2026, telah terjadi sebanyak 362 kali kejadian karhutla.
Total luas hutan dan lahan yang terbakar hingga saat ini sudah mencapai 440,83 hektar yang tersebar di sejumlah lokasi.
“​Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan mencatatkan 247 kejadian. Sementara itu, wilayah Sebangau mencatat 75 kejadian, disusul Pahandut dengan 31 kejadian, Bukit Batu 8 kejadian, dan Rakumpit 1 kejadian,” ujarnya pada Kamis (27/8).
​Heri Fauzi menambahkan, peringatan dini ini dikeluarkan melihat fenomena cuaca yang menunjukkan semakin sedikitnya hari hujan maupun curah hujan, sedangkan peristiwa karhutla terus terjadi hampir setiap hari.
“​Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan serta segera melapor jika menemukan titik api melalui layanan Info Call Center 112 atau kanal media sosial resmi BPBD Kota Palangka Raya,” tandasnya. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan.
Sejak status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni 2026, tercatat 362 kejadian dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 440,83 hektare.
​Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan bahwa sejak ditetapkannya Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 26 Agustus 2026, telah terjadi sebanyak 362 kali kejadian karhutla.
Total luas hutan dan lahan yang terbakar hingga saat ini sudah mencapai 440,83 hektar yang tersebar di sejumlah lokasi.
“​Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan mencatatkan 247 kejadian. Sementara itu, wilayah Sebangau mencatat 75 kejadian, disusul Pahandut dengan 31 kejadian, Bukit Batu 8 kejadian, dan Rakumpit 1 kejadian,” ujarnya pada Kamis (27/8).
​Heri Fauzi menambahkan, peringatan dini ini dikeluarkan melihat fenomena cuaca yang menunjukkan semakin sedikitnya hari hujan maupun curah hujan, sedangkan peristiwa karhutla terus terjadi hampir setiap hari.
“​Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan serta segera melapor jika menemukan titik api melalui layanan Info Call Center 112 atau kanal media sosial resmi BPBD Kota Palangka Raya,” tandasnya. (jef)