Sidang Adat Basara Hai Jadi Momentum Menghormati Budaya Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pelaksanaan sidang adat Basara Hai terkait polemik aksi seorang musisi yang menaruh celana dalam di stand lirik vokalis R.A.S.Y.A Band saat tampil dalam acara amal karhutla di Palangka Raya, dinilai menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menghormati adat dan budaya yang berlaku di Kalteng.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, SH., yang turut mengikuti jalannya sidang adat Basara Hai, mengapresiasi proses tersebut pada Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, sidang adat yang berlangsung tidak semata-mata berbicara mengenai persoalan antara korban dan pelaku, tetapi juga menjadi pembelajaran moral bagi masyarakat, panitia kegiatan maupun pelaku agar lebih memahami norma dan aturan yang berlaku di daerah tempat sebuah kegiatan dilaksanakan.

“Luar biasa sidang adat hari ini. Terlihat falsafah Huma Betang Kalteng,” ujar Bush usai sidang adat pada Jumat (25/9/2026).

Dalam sidang tersebut, Mantir Adat Kelurahan Menteng, Dandan Ardi, menjatuhkan sanksi adat kepada dua pihak. Ain Nasriko alias Ain Koto dikenakan denda adat sebesar Rp12,5 juta, sedangkan Hendra selaku pihak penyelenggara kegiatan dikenakan denda adat sebesar Rp5 juta.

Kedua pihak diberikan waktu selama satu minggu untuk menyelesaikan kewajiban denda adat tersebut sesuai keputusan persidangan.

Baca Juga :  8 Bulan, 1900 Kasus Karhutla Terjadi di Kalteng, Ini Luasannya

Bush menilai persoalan tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak sembarangan melakukan tindakan, terlebih dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam.

Electronic money exchangers listing

“Ke depan jangan asal melakukan tindakan. Ini pelajaran buat panitia acara dan pelaku,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa persoalan adat tidak semestinya hanya dipandang dari sisi materi. Menurutnya, keberadaan hukum adat merupakan bagian dari aturan yang hidup dan dijunjung masyarakat di suatu wilayah.

“Korban dan pelaku, tidak menilai adat hanya untuk uang. Ada adat, ada aturan di suatu wilayah. Jangan asal dalam melakukan tindakan,” tegasnya.

Menurutnya, budaya dari luar daerah tetap dapat berkembang dan diterima di Kalteng. Namun, setiap orang perlu memahami konteks budaya dan nilai yang berlaku di daerah tempat mereka berada.

“Kami tidak menolak budaya luar boleh masuk ke Kalteng, tetapi harus dilihat bagaimana keanekaragaman. Mungkin bentuk apresiasi di luar negeri, tetapi jangan dibawa ke sini, karena kita punya moral, belum bahadat, hukum adat,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula ketika grup musik R.A.S.Y.A tampil dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Minggu (20/9/2026) malam.

Baca Juga :  Ular King Cobra Hebohkan Warga Palangka Raya, Damkar Berhasil Lakukan Evakuasi

Saat Natasya yang merupakan vokalis R.A.S.Y.A tengah tampil, seorang pria yang disebut Ain Nasriko alias Ain Koto diduga memberikan pakaian dalam perempuan dan kemudian menaruhnya di stand lirik di hadapan Natasya.

Natasya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalteng atas dugaan pelecehan seksual nonfisik. Pihak korban menyebut tindakan tersebut membuat Natasya merasa dipermalukan.

Ia mengingatkan, Kalteng memiliki falsafah Huma Betang yang mengajarkan kehidupan bersama dengan saling menghargai, menjaga dan menghormati perbedaan.

Karena itu, Bush berharap penyelesaian melalui mekanisme adat dalam perkara tersebut dapat menjadi nilai moral bagi seluruh pihak agar ke depan lebih mengedepankan sikap saling menghormati.

“Secara pribadi saya mengapresiasi. Mudah-mudahan ini menjadi nilai moral untuk saling menghargai dan menjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, perkara tersebut sebelumnya juga telah masuk ke ranah hukum pidana setelah Natasya bersama kuasa hukumnya melaporkan dugaan pelecehan seksual nonfisik ke Ditreskrimum Polda Kalteng dan masih bergulir. Di sisi lain, pihak terlapor telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas aksinya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pelaksanaan sidang adat Basara Hai terkait polemik aksi seorang musisi yang menaruh celana dalam di stand lirik vokalis R.A.S.Y.A Band saat tampil dalam acara amal karhutla di Palangka Raya, dinilai menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menghormati adat dan budaya yang berlaku di Kalteng.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, SH., yang turut mengikuti jalannya sidang adat Basara Hai, mengapresiasi proses tersebut pada Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, sidang adat yang berlangsung tidak semata-mata berbicara mengenai persoalan antara korban dan pelaku, tetapi juga menjadi pembelajaran moral bagi masyarakat, panitia kegiatan maupun pelaku agar lebih memahami norma dan aturan yang berlaku di daerah tempat sebuah kegiatan dilaksanakan.

Electronic money exchangers listing

“Luar biasa sidang adat hari ini. Terlihat falsafah Huma Betang Kalteng,” ujar Bush usai sidang adat pada Jumat (25/9/2026).

Dalam sidang tersebut, Mantir Adat Kelurahan Menteng, Dandan Ardi, menjatuhkan sanksi adat kepada dua pihak. Ain Nasriko alias Ain Koto dikenakan denda adat sebesar Rp12,5 juta, sedangkan Hendra selaku pihak penyelenggara kegiatan dikenakan denda adat sebesar Rp5 juta.

Kedua pihak diberikan waktu selama satu minggu untuk menyelesaikan kewajiban denda adat tersebut sesuai keputusan persidangan.

Baca Juga :  8 Bulan, 1900 Kasus Karhutla Terjadi di Kalteng, Ini Luasannya

Bush menilai persoalan tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak sembarangan melakukan tindakan, terlebih dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam.

“Ke depan jangan asal melakukan tindakan. Ini pelajaran buat panitia acara dan pelaku,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa persoalan adat tidak semestinya hanya dipandang dari sisi materi. Menurutnya, keberadaan hukum adat merupakan bagian dari aturan yang hidup dan dijunjung masyarakat di suatu wilayah.

“Korban dan pelaku, tidak menilai adat hanya untuk uang. Ada adat, ada aturan di suatu wilayah. Jangan asal dalam melakukan tindakan,” tegasnya.

Menurutnya, budaya dari luar daerah tetap dapat berkembang dan diterima di Kalteng. Namun, setiap orang perlu memahami konteks budaya dan nilai yang berlaku di daerah tempat mereka berada.

“Kami tidak menolak budaya luar boleh masuk ke Kalteng, tetapi harus dilihat bagaimana keanekaragaman. Mungkin bentuk apresiasi di luar negeri, tetapi jangan dibawa ke sini, karena kita punya moral, belum bahadat, hukum adat,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula ketika grup musik R.A.S.Y.A tampil dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Minggu (20/9/2026) malam.

Baca Juga :  Ular King Cobra Hebohkan Warga Palangka Raya, Damkar Berhasil Lakukan Evakuasi

Saat Natasya yang merupakan vokalis R.A.S.Y.A tengah tampil, seorang pria yang disebut Ain Nasriko alias Ain Koto diduga memberikan pakaian dalam perempuan dan kemudian menaruhnya di stand lirik di hadapan Natasya.

Natasya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalteng atas dugaan pelecehan seksual nonfisik. Pihak korban menyebut tindakan tersebut membuat Natasya merasa dipermalukan.

Ia mengingatkan, Kalteng memiliki falsafah Huma Betang yang mengajarkan kehidupan bersama dengan saling menghargai, menjaga dan menghormati perbedaan.

Karena itu, Bush berharap penyelesaian melalui mekanisme adat dalam perkara tersebut dapat menjadi nilai moral bagi seluruh pihak agar ke depan lebih mengedepankan sikap saling menghormati.

“Secara pribadi saya mengapresiasi. Mudah-mudahan ini menjadi nilai moral untuk saling menghargai dan menjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, perkara tersebut sebelumnya juga telah masuk ke ranah hukum pidana setelah Natasya bersama kuasa hukumnya melaporkan dugaan pelecehan seksual nonfisik ke Ditreskrimum Polda Kalteng dan masih bergulir. Di sisi lain, pihak terlapor telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas aksinya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru