“Pesawat tersebut harus melakukan pengalihan pendaratan atau divert ke Balikpapan karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan untuk mendarat di Palangka Raya,” lanjutnya.
Bandara Tjilik Riwut saat ini melayani tiga rute utama penerbangan, yakni Jakarta, Surabaya, dan Semarang, dengan trafik tertinggi berasal dari rute Jakarta dan Surabaya.
“Jam operasional bandara dapat disesuaikan dengan kebutuhan maskapai. Kami siap memberikan pelayanan apabila ada permintaan penyesuaian waktu operasional,” tuturnya.
Pihak bandara berharap seluruh penerbangan yang telah dijadwalkan tetap dapat diberangkatkan dan dilayani sesuai rencana apabila kondisi cuaca membaik.
“Jika maskapai terpaksa melakukan pembatalan penerbangan, kami meminta agar hak-hak penumpang tetap dipenuhi. Mudah-mudahan pembatalan tidak sampai terjadi,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi dampak gangguan penerbangan, koordinasi dengan BMKG dan seluruh mitra terkait terus dilakukan guna memantau perkembangan cuaca serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami juga mengaktifkan layanan service recovery bagi penumpang terdampak, termasuk pembagian minuman, makanan ringan, dan masker gratis,” ungkapnya.
Selain itu, bandara turut menyediakan Ruang Oksigen bagi penumpang yang membutuhkan serta area tunggu yang lebih nyaman dan terlindung dari paparan asap.
“Kami menyiapkan ruang tunggu yang nyaman di area Gate 1, Gate 2, dan Gate 3 bagi penumpang maupun pengantar yang sedang menunggu, sehingga tetap terlindungi dari kondisi kabut asap,” pungkasnya. (adr)


