Disdamkarmat Ungkap Hasil Investigasi Kebakaran Maut Mendawai I, Ini Dugaan Penyebabnya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mengungkap kronologi kebakaran maut yang terjadi di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (11/8/2026).

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto. Mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah, Krismon Aditya (28) atau yang akrab disapa Emon, sedang bekerja dan tidak berada di rumah.

Sementara itu, istrinya sedang beristirahat siang bersama keempat anaknya, masing-masing berusia 4 tahun, 2 tahun, serta seorang bayi berusia 5 bulan dan anak tertua. Saat itu, sang ibu sedang menyusui bayi tersebut.

“Anak tertua kemudian terbangun dan melihat api sudah menyala di kamar sebelah yang digunakan sebagai ruang usaha laundry,” kata Alfrianto pada Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan hasil investigasi Disdamkarmat, api pertama kali terlihat dari kabel terminal setrika uap. Kondisi listrik saat itu masih menyala sehingga api dengan cepat membesar dan menyambar bagian bangunan lainnya.

Kondisi semakin panik setelah api mulai menjalar. Seorang warga bernama Mulyadi (44), yang tinggal di barak bagian depan, mendengar suara teriakan dari rumah tetangganya.

Baca Juga :  Danramil 1015-16 Hanau Tinjau Pelatihan Menjahit Ibu-Ibu PKK

Saat mencari sumber suara, Mulyadi melihat seorang bayi tergeletak di atas jembatan titian. Ia kemudian berlari mengambil bayi tersebut dan membawanya ke rumah.

Electronic money exchangers listing

Namun, ketika kembali melihat ke arah rumah Emon, Mulyadi mendapati kobaran api sudah keluar dari bangunan dan mulai merambat ke arah rumahnya. Ia kemudian berupaya menyelamatkan anak-anak serta barang-barang miliknya.

Api kemudian dengan cepat meluas dan menghanguskan tiga unit rumah serta satu bangunan barak empat pintu. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.200 meter persegi dan dihuni lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa.

Alfrianto menjelaskan, hasil investigasi menunjukkan kebakaran diduga kuat disebabkan korsleting listrik pada terminal yang digunakan untuk dua mesin cuci dan satu setrika uap.

“Dari hasil pemeriksaan, kabel yang digunakan tidak standar SNI dan merupakan kabel serabut. Selain itu, satu terminal digunakan untuk beberapa peralatan sehingga bebannya terlalu banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Barak Tiga Pintu di Jalan Halaban Palangka
Raya Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Kondisi tersebut diduga menyebabkan kabel mengalami panas dan menimbulkan percikan listrik. Cuaca panas terik dan angin kencang saat kejadian juga membuat api cepat meluas dalam hitungan menit.

Tragedi tersebut menyebabkan dua balita meninggal dunia. Sementara itu, tidak terdapat korban luka berat maupun luka ringan.

Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp500 juta, meliputi kerusakan tiga bangunan rumah, satu bangunan barak empat pintu, perabot rumah tangga, surat-surat berharga, peralatan elektronik, mesin serta instalasi listrik.

Alfrianto mengimbau masyarakat lebih waspada dalam penggunaan peralatan listrik. Warga diminta tidak membebani satu terminal dengan banyak peralatan sekaligus serta memastikan peralatan elektronik dicabut dari stop kontak setelah digunakan.

“Pastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan. Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stop kontak,” imbaunya.

Alfrianto mengatakan berdasarkan laporan investigasi, kejadian tersebut disimpulkan diduga kuat berkaitan dengan kelalaian atau human error. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mengungkap kronologi kebakaran maut yang terjadi di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (11/8/2026).

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto. Mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah, Krismon Aditya (28) atau yang akrab disapa Emon, sedang bekerja dan tidak berada di rumah.

Sementara itu, istrinya sedang beristirahat siang bersama keempat anaknya, masing-masing berusia 4 tahun, 2 tahun, serta seorang bayi berusia 5 bulan dan anak tertua. Saat itu, sang ibu sedang menyusui bayi tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Anak tertua kemudian terbangun dan melihat api sudah menyala di kamar sebelah yang digunakan sebagai ruang usaha laundry,” kata Alfrianto pada Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan hasil investigasi Disdamkarmat, api pertama kali terlihat dari kabel terminal setrika uap. Kondisi listrik saat itu masih menyala sehingga api dengan cepat membesar dan menyambar bagian bangunan lainnya.

Kondisi semakin panik setelah api mulai menjalar. Seorang warga bernama Mulyadi (44), yang tinggal di barak bagian depan, mendengar suara teriakan dari rumah tetangganya.

Baca Juga :  Danramil 1015-16 Hanau Tinjau Pelatihan Menjahit Ibu-Ibu PKK

Saat mencari sumber suara, Mulyadi melihat seorang bayi tergeletak di atas jembatan titian. Ia kemudian berlari mengambil bayi tersebut dan membawanya ke rumah.

Namun, ketika kembali melihat ke arah rumah Emon, Mulyadi mendapati kobaran api sudah keluar dari bangunan dan mulai merambat ke arah rumahnya. Ia kemudian berupaya menyelamatkan anak-anak serta barang-barang miliknya.

Api kemudian dengan cepat meluas dan menghanguskan tiga unit rumah serta satu bangunan barak empat pintu. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.200 meter persegi dan dihuni lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa.

Alfrianto menjelaskan, hasil investigasi menunjukkan kebakaran diduga kuat disebabkan korsleting listrik pada terminal yang digunakan untuk dua mesin cuci dan satu setrika uap.

“Dari hasil pemeriksaan, kabel yang digunakan tidak standar SNI dan merupakan kabel serabut. Selain itu, satu terminal digunakan untuk beberapa peralatan sehingga bebannya terlalu banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Barak Tiga Pintu di Jalan Halaban Palangka
Raya Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Kondisi tersebut diduga menyebabkan kabel mengalami panas dan menimbulkan percikan listrik. Cuaca panas terik dan angin kencang saat kejadian juga membuat api cepat meluas dalam hitungan menit.

Tragedi tersebut menyebabkan dua balita meninggal dunia. Sementara itu, tidak terdapat korban luka berat maupun luka ringan.

Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp500 juta, meliputi kerusakan tiga bangunan rumah, satu bangunan barak empat pintu, perabot rumah tangga, surat-surat berharga, peralatan elektronik, mesin serta instalasi listrik.

Alfrianto mengimbau masyarakat lebih waspada dalam penggunaan peralatan listrik. Warga diminta tidak membebani satu terminal dengan banyak peralatan sekaligus serta memastikan peralatan elektronik dicabut dari stop kontak setelah digunakan.

“Pastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan. Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stop kontak,” imbaunya.

Alfrianto mengatakan berdasarkan laporan investigasi, kejadian tersebut disimpulkan diduga kuat berkaitan dengan kelalaian atau human error. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru