PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Warga, khususnya di Kota Palangka Raya, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, menyampaikan bahwa potensi penurunan kualitas udara akibat polusi dari karhutla masih cukup tinggi.
“Potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi. Diimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan apabila terpaksa di luar ruangan untuk selalu menggunakan masker,” katanya, Senin (12/10/2026).
Peringatan tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca mingguan BMKG untuk wilayah Kalimantan Tengah yang berlaku pada 12–18 Oktober 2026. Dalam prakiraan itu, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalteng diprediksi cerah berawan hingga berawan, disertai udara kabur akibat kabut asap.
“Masyarakat harus mewaspadai mengenai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang masih cukup tinggi dan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun guna mencegah bertambahnya sumber asap,” ujarnya.
Imbauan penggunaan masker terutama ditujukan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Kelompok tersebut perlu mengurangi paparan udara luar ketika kondisi berasap.
Dari sisi meteorologi, suhu udara di Kalimantan Tengah selama periode prakiraan tersebut diperkirakan berkisar 22–35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 45–98 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 5–25 kilometer per jam.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada 15–18 Oktober 2026. Wilayah yang perlu mewaspadai potensi tersebut meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, Seruyan, Murung Raya, Gunung Mas, Kapuas, dan Katingan.
Sementara itu, pada 12–14 Oktober 2026, tidak ada wilayah yang masuk dalam daftar potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada prakiraan mingguan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla maupun potensi cuaca ekstrem. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara terbuka,” tutupnya. (adr)


