PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mendatangkan satu unit helikopter Kamov dari Rusia untuk memperkuat operasi water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan helikopter tambahan tersebut dijadwalkan tiba pada 15 September 2026 dan akan memperkuat armada udara yang saat ini dikerahkan untuk menangani karhutla di Kalteng.
“Ditambah satu heli water bombing lagi. Tanggal 15 akan masuk dari Rusia, Kamov,” kata Suharyanto usai Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).
Dia menjelaskan, helikopter Kamov tersebut, bukan bantuan dari Pemerintah Rusia. Armada udara itu didatangkan melalui kerja sama antara BNPB dan pihak swasta guna mendukung penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
“Bukan Pemerintah Rusia yang memberikan. Helinya antara BNPB dengan pengusaha, dengan swasta. Swasta yang mendatangkan dari Rusia,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan helikopter Kamov menjadi bagian dari upaya memperkuat operasi water bombing yang selama ini menjadi salah satu strategi utama dalam pengendalian kebakaran, terutama ketika api sudah meluas dan sulit dijangkau petugas darat.
Meski demikian, dia menegaskan keberhasilan penanganan karhutla Kalteng tetap sangat bergantung pada kerja Satgas Darat yang setiap hari melakukan pemadaman langsung di lapangan.
“Kalau apinya sudah besar memang harus dikurangi dulu dengan water bombing,” tegasnya.
Selain menambah armada udara, BNPB juga terus mengevaluasi kebutuhan peralatan di lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah daerah masih membutuhkan tambahan selang, nozzle, alat pelindung diri (APD), hingga flexible tank untuk mendukung operasi pemadaman.
Suharyanto mengungkapkan, tantangan yang dihadapi petugas saat ini adalah jarak sumber air yang semakin jauh dari lokasi kebakaran. Dalam beberapa kasus, petugas harus membentangkan selang hingga ratusan meter agar dapat menjangkau titik api.
BNPB juga telah menyiapkan strategi penempatan armada udara agar operasi penanganan karhutla Kalteng berjalan lebih efektif. Helikopter yang tersedia akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan wilayah rawan kebakaran.
“Yang dari Rusia tadi untuk Kalteng. Akan direposisi, satu di Sampit, satu di wilayah Kotawaringin Timur atau Kotawaringin Barat,” ungkapnya.
Dengan tambahan helikopter Kamov tersebut, BNPB berharap operasi water bombing di Kalimantan Tengah dapat semakin optimal, terutama menghadapi potensi munculnya titik-titik kebakaran baru selama musim kemarau masih berlangsung. (adr)


