Ada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan di Kalteng, BMKG Ingatkan Hujan Lokal Picu Angin Puting Beliung

​PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama tiga hari ke depan, terhitung sejak 7 hingga 9 September 2026.

​Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq. Mengungkapkan bahwa hujan yang berpotensi terjadi tersebut dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

​”Potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, hingga Kota Palangka Raya,” ujar Ihsan pada Senin (7/9/2026).

Baca Juga :  Cegah Potensi Bencana Karhutla, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan

​Meski demikian, Ihsan mengingatkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan hanya berlangsung hingga tanggal 9 September. Sebab, memasuki periode 10 hingga 13 September 2026, potensi hujan lebat diprakirakan nihil di seluruh wilayah Kalteng.

​Selain itu, potensi hujan lokal yang berdurasi singkat ini juga perlu diwaspadai karena berpotensi memicu angin puting beliung serta dampak bencana susulan.

“Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap dampak bencana yang bisa ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” imbuhnya.

​Di sisi lain, BMKG mencatat kondisi cuaca terkini di Kalteng pada Senin pagi (7/9) pukul 10.00 WIB masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Karhutla Kepung Area Kampus, UPR Pastikan Perkuliahan Tetap Berjalan

​Dampak dari tingginya polusi asap tersebut membuat kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat. ​Atas kondisi tersebut, BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemudahan terjadinya karhutla.

Serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, demi menjaga kesehatan dari paparan polusi udara. (jef)

​PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama tiga hari ke depan, terhitung sejak 7 hingga 9 September 2026.

​Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq. Mengungkapkan bahwa hujan yang berpotensi terjadi tersebut dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

​”Potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, hingga Kota Palangka Raya,” ujar Ihsan pada Senin (7/9/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Cegah Potensi Bencana Karhutla, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan

​Meski demikian, Ihsan mengingatkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan hanya berlangsung hingga tanggal 9 September. Sebab, memasuki periode 10 hingga 13 September 2026, potensi hujan lebat diprakirakan nihil di seluruh wilayah Kalteng.

​Selain itu, potensi hujan lokal yang berdurasi singkat ini juga perlu diwaspadai karena berpotensi memicu angin puting beliung serta dampak bencana susulan.

“Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap dampak bencana yang bisa ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” imbuhnya.

​Di sisi lain, BMKG mencatat kondisi cuaca terkini di Kalteng pada Senin pagi (7/9) pukul 10.00 WIB masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga :  Karhutla Kepung Area Kampus, UPR Pastikan Perkuliahan Tetap Berjalan

​Dampak dari tingginya polusi asap tersebut membuat kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat. ​Atas kondisi tersebut, BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemudahan terjadinya karhutla.

Serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, demi menjaga kesehatan dari paparan polusi udara. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru