NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas dan melahap puluhan hektare lahan di wilayah Kabupaten Lamandau.
Menanggapi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, Babinsa, dan Polsek Bulik dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan verifikasi titik panas (hotspot).
Terbaru. Petugas gabungan melaksanakan ground check pada Jumat (7/8/2026) siang hingga sore hari, mulai pukul 14.10 hingga 16.20 WIB. Pemantauan dipusatkan di area seberang sungai Desa Batu Kotam, tepatnya pada koordinat 2°16’42.7″S 111°27’44.1″E.
Saat dikonfirmasi. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan terjadinya karhutla di area tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim gabungan terus berkoordinasi secara intensif guna menentukan tindakan penanggulangan yang paling efektif, terutama dalam mengatasi kendala geografis.
“Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan terbaik, mengingat medan menuju titik api sangat sulit dan tidak bisa dijangkau oleh kendaraan darat,” ujar Hendikel.
Dari hasil verifikasi langsung di lokasi, kebakaran melahap lahan bukaan bervegetasi semak belukar dengan karakteristik tanah campuran mineral dan gambut. Total luas area yang terbakar ditaksir mencapai kurang lebih 10 hektare.
Dalam penjangkauan lokasi, petugas membekali diri dengan sejumlah sarana operasional, antara lain satu unit kendaraan roda empat (R4), satu unit drone untuk pemantauan dari udara, serta perangkat komunikasi berbasis Android.
Meski demikian, proses pemadaman dan verifikasi mengalami tantangan cukup berat karena akses darat menuju titik api tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).
Saat ini, BPBD bersama instansi terkait masih terus memantau pergerakan titik api, dan merancang strategi pemadaman lanjutan agar kebakaran tidak semakin meluas ke area sekitarnya. (bib)


