Kasus Bullying yang Berakhir Damai Tidak Berarti Persoalan Telah Selesai, Juga Harus Ada Evaluasi

Menurutnya, TPPK harus melibatkan guru, komite sekolah, dan pendamping profesional yang memahami penanganan anak. Tim itu harus mampu menerima laporan, mendeteksi trauma, dan memastikan korban maupun pelaku mendapatkan pembinaan tepat.

“Satgas anti-kekerasan harus fungsional, bukan sekadar nama di SK. Tim harus aktif dan terlatih mendeteksi trauma anak sejak dini,” tegas Yuliana.

Yuliana menegaskan, kasus bullying yang sudah lampau tetap penting diingat sebagai pelajaran. Sebab, keselamatan anak di sekolah tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah ada korban atau setelah kasus viral.

Yuliana Menegaskan, Kasus bullying yang sudah terjadi sebelumnya tetap penting untuk pengingat sebagai pembelajaran. Dikarenakan, keselamatan anak harus tetap diperhatikan, bukan menunggu setelah ada korban atau setelah viral.

Baca Juga :  Nobar Film The East, Dandim dan Perajurit Kenang Perjuangan Bangsa

Ia berharap sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk membangun budaya pendidikan yang aman, empatik, dan bebas dari kekerasan.

“Di tingkat sekolah dasar, anak-anak sedang membentuk karakter dasar mereka. Dinas Pendidikan dan sekolah harus mengambil langkah nyata yang sistemik,” pungkasnya. (her)

Menurutnya, TPPK harus melibatkan guru, komite sekolah, dan pendamping profesional yang memahami penanganan anak. Tim itu harus mampu menerima laporan, mendeteksi trauma, dan memastikan korban maupun pelaku mendapatkan pembinaan tepat.

“Satgas anti-kekerasan harus fungsional, bukan sekadar nama di SK. Tim harus aktif dan terlatih mendeteksi trauma anak sejak dini,” tegas Yuliana.

Yuliana menegaskan, kasus bullying yang sudah lampau tetap penting diingat sebagai pelajaran. Sebab, keselamatan anak di sekolah tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah ada korban atau setelah kasus viral.

Electronic money exchangers listing

Yuliana Menegaskan, Kasus bullying yang sudah terjadi sebelumnya tetap penting untuk pengingat sebagai pembelajaran. Dikarenakan, keselamatan anak harus tetap diperhatikan, bukan menunggu setelah ada korban atau setelah viral.

Baca Juga :  Nobar Film The East, Dandim dan Perajurit Kenang Perjuangan Bangsa

Ia berharap sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk membangun budaya pendidikan yang aman, empatik, dan bebas dari kekerasan.

“Di tingkat sekolah dasar, anak-anak sedang membentuk karakter dasar mereka. Dinas Pendidikan dan sekolah harus mengambil langkah nyata yang sistemik,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru