Kabut Asap Pekat Selimuti Nanga Bulik, Warga Keluhkan Sesak dan Bau Menyengat

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, pada Senin malam (5/10/2026). Fenomena buruknya kualitas udara tersebut diduga kuat dipicu oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, konsentrasi kabut asap terlihat semakin tebal seiring berjalannya malam. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai mengancam kesehatan warga karena memicu bau sangit yang menyengat serta rasa sesak pada pernapasan.

Sejumlah warga Nanga Bulik mengeluhkan kondisi udara yang kian memburuk. Salah seorang warga setempat, Ifur, menuturkan bahwa ketebalan asap pada malam tersebut terasa jauh lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Baca Juga :  Siapkan Vaksin dan Tenaga Kesehatan di Setiap Posko Mudik

“Asapnya semakin malam justru semakin tebal dan baunya sangat menyengat. Tenggorokan terasa kering dan dada mulai sesak kalau beraktivitas di luar rumah,” ujar Ifur dengan nada khawatir saat ditemui di lokasi.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membatasi aktivitas di luar ruangan atau mengandalkan masker untuk mengurangi paparan asap.

Masyarakat berharap pihak berwenang dan satgas karhutla segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran lahan, serta meningkatkan upaya pemadaman agar kabut asap tidak semakin memperburuk kesehatan warga Kota Nanga Bulik. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, pada Senin malam (5/10/2026). Fenomena buruknya kualitas udara tersebut diduga kuat dipicu oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, konsentrasi kabut asap terlihat semakin tebal seiring berjalannya malam. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai mengancam kesehatan warga karena memicu bau sangit yang menyengat serta rasa sesak pada pernapasan.

Sejumlah warga Nanga Bulik mengeluhkan kondisi udara yang kian memburuk. Salah seorang warga setempat, Ifur, menuturkan bahwa ketebalan asap pada malam tersebut terasa jauh lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Siapkan Vaksin dan Tenaga Kesehatan di Setiap Posko Mudik

“Asapnya semakin malam justru semakin tebal dan baunya sangat menyengat. Tenggorokan terasa kering dan dada mulai sesak kalau beraktivitas di luar rumah,” ujar Ifur dengan nada khawatir saat ditemui di lokasi.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membatasi aktivitas di luar ruangan atau mengandalkan masker untuk mengurangi paparan asap.

Masyarakat berharap pihak berwenang dan satgas karhutla segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran lahan, serta meningkatkan upaya pemadaman agar kabut asap tidak semakin memperburuk kesehatan warga Kota Nanga Bulik. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru