PROKALTENG.CO-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Upaya tersebut sejalan dengan pemantauan kondisi atmosfer yang menunjukkan potensi hujan di sejumlah wilayah, dengan hujan dilaporkan turun di beberapa daerah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan, mengatakan pihaknya telah memperkirakan peluang hujan yang cukup tinggi di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah pada 15–16 Oktober 2026.
“Jadi sebagaimana yang kita sampaikan pada rapat terbatas pada hari Kamis sore, yang mana kami sampaikan bahwa potensi hujan yang banyak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah pada tanggal 15 dan 16 cukup tinggi,” kata Nur Setiawan, Minggu (18/10).
BMKG, lanjut dia, turut memberikan dukungan terhadap penanganan karhutla melalui pemantauan dan analisis kondisi cuaca. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk membantu pemerintah menentukan langkah yang tepat dalam memanfaatkan peluang hujan di tengah ancaman kebakaran.
Berdasarkan pemantauan selama dua hari tersebut, hujan dengan intensitas cukup deras tercatat mengguyur sejumlah wilayah, di antaranya Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan. Sementara, wilayah Pangkalan Bun mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mendukung upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Meski demikian, pemerintah tetap melanjutkan langkah penanggulangan melalui berbagai pendekatan, termasuk operasi udara dan pengerahan personel serta peralatan pemadaman di darat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, pelaksanaan OMC akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca, terutama dengan memantau keberadaan awan yang berpotensi disemai. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Raja Juli juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi karhutla. Menurut dia, penanganan tidak hanya dilakukan melalui pemanfaatan kondisi cuaca, tetapi juga dengan memperkuat upaya pemadaman di darat dan udara.
“Jadi sekali lagi, kondisi Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Tapi insyaallah pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin hadir untuk terus berjuang dari semua sektor darat, udara, kemudian memastikan bahwa kita tidak akan kalah oleh kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Pemerintah berharap berbagai langkah yang dilakukan secara terpadu dapat mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Optimalisasi OMC, dukungan informasi meteorologi, serta pengerahan kekuatan di lapangan diharapkan membantu mengendalikan kebakaran dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. (jpg)


