NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Lamandau mulai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Sejumlah sumur warga mengering, membuat kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari semakin sulit dipenuhi.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Lamandau bersama tim relawan bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat serta melakukan penyiraman di sejumlah fasilitas umum pada Jumat malam (4/9).
Dengan mengandalkan unit mobil tangki milik Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamandau yang diisi pasokan air langsung dari PDAM setempat, tim meluncur ke lokasi pemukiman warga sebelum mendatangi area publik.
Muslik, salah seorang relawan yang bertugas di lapangan, membeberkan bahwa cuaca panas ekstrem telah memicu kekeringan pada sumur-sumur warga.
Kondisi ini memaksa warga mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan sanitasi harian.
“Dari keterangan warga, sumur resapan milik mereka sudah kering. Sehingga untuk mandi dan mencuci, warga harus ke Sungai Lamandau,” ungkap Muslik.
Selain memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, aksi peduli ini dilanjutkan dengan penyiraman tanaman hias serta halaman instansi pemerintahan dan fasilitas umum.
Salah satu fokus penyiraman berada di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gusti Abdul Gani Lamandau.
Langkah penyiraman ini diambil guna menekan pekatnya paparan debu akibat cuaca kering, sehingga tingkat kebersihan dan kenyamanan ruang publik—terutama pusat layanan kesehatan tetap terjaga.
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Lamandau mulai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Sejumlah sumur warga mengering, membuat kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari semakin sulit dipenuhi.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Lamandau bersama tim relawan bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat serta melakukan penyiraman di sejumlah fasilitas umum pada Jumat malam (4/9).
Dengan mengandalkan unit mobil tangki milik Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamandau yang diisi pasokan air langsung dari PDAM setempat, tim meluncur ke lokasi pemukiman warga sebelum mendatangi area publik.
Muslik, salah seorang relawan yang bertugas di lapangan, membeberkan bahwa cuaca panas ekstrem telah memicu kekeringan pada sumur-sumur warga.
Kondisi ini memaksa warga mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan sanitasi harian.
“Dari keterangan warga, sumur resapan milik mereka sudah kering. Sehingga untuk mandi dan mencuci, warga harus ke Sungai Lamandau,” ungkap Muslik.
Selain memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, aksi peduli ini dilanjutkan dengan penyiraman tanaman hias serta halaman instansi pemerintahan dan fasilitas umum.
Salah satu fokus penyiraman berada di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gusti Abdul Gani Lamandau.
Langkah penyiraman ini diambil guna menekan pekatnya paparan debu akibat cuaca kering, sehingga tingkat kebersihan dan kenyamanan ruang publik—terutama pusat layanan kesehatan tetap terjaga.