Ratusan Pelajar Diduga Keracunan, Operasional Dapur MBG Seruyan Dihentikan

PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kuala Pembuang setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan yang berdampak pada ratusan pelajar dan tenaga pendidik.

Penghentian dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi menyeluruh terkait sanitasi, higiene, dan pemeriksaan laboratorium.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan sebelum layanan kembali dijalankan.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, Bahrun Abbas, mengatakan penghentian operasional berlaku hingga seluruh proses evaluasi dan pemeriksaan selesai dilakukan.

“Yang pasti saat ini sudah disuspensi. Selanjutnya Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan ulang, termasuk terkait sanitasi, higiene, serta pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk melakukan perbaikan,” kata Abbas, melansir Radar Sampit (Jawa Pos grup), Senin (3/8/2026). 

Baca Juga :  Rakit Terbalik di Sungai Barito, Polisi dan ABK
 Dilaporkan Tenggelam

Menurut Abbas, dapur penyedia MBG baru dapat kembali beroperasi apabila seluruh persyaratan teknis maupun kesehatan telah dipenuhi.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah SPPG tersebut layak memperoleh rekomendasi beroperasi kembali.

Electronic money exchangers listing

“Kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, mudah-mudahan nantinya bisa direkomendasikan kembali untuk beroperasi,” bebernya. 

Ia menjelaskan, perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium maupun proses evaluasi teknis selanjutnya akan disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG yang membawahi wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Abbas menilai insiden tersebut harus menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pengelola dapur MBG di Kabupaten Seruyan. Menurutnya, seluruh penyelenggara wajib meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. 

Baca Juga :  Kejari Seruyan Minta Kades Manfaatkan Program Jaksa Jaga Desa

“Semua harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan secara rutin, terutama terhadap sumber air yang digunakan. Persyaratan kesehatan juga wajib dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya. 

PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kuala Pembuang setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan yang berdampak pada ratusan pelajar dan tenaga pendidik.

Penghentian dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi menyeluruh terkait sanitasi, higiene, dan pemeriksaan laboratorium.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan sebelum layanan kembali dijalankan.

Electronic money exchangers listing

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, Bahrun Abbas, mengatakan penghentian operasional berlaku hingga seluruh proses evaluasi dan pemeriksaan selesai dilakukan.

“Yang pasti saat ini sudah disuspensi. Selanjutnya Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan ulang, termasuk terkait sanitasi, higiene, serta pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk melakukan perbaikan,” kata Abbas, melansir Radar Sampit (Jawa Pos grup), Senin (3/8/2026). 

Baca Juga :  Rakit Terbalik di Sungai Barito, Polisi dan ABK
 Dilaporkan Tenggelam

Menurut Abbas, dapur penyedia MBG baru dapat kembali beroperasi apabila seluruh persyaratan teknis maupun kesehatan telah dipenuhi.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah SPPG tersebut layak memperoleh rekomendasi beroperasi kembali.

“Kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, mudah-mudahan nantinya bisa direkomendasikan kembali untuk beroperasi,” bebernya. 

Ia menjelaskan, perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium maupun proses evaluasi teknis selanjutnya akan disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG yang membawahi wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Abbas menilai insiden tersebut harus menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pengelola dapur MBG di Kabupaten Seruyan. Menurutnya, seluruh penyelenggara wajib meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. 

Baca Juga :  Kejari Seruyan Minta Kades Manfaatkan Program Jaksa Jaga Desa

“Semua harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan secara rutin, terutama terhadap sumber air yang digunakan. Persyaratan kesehatan juga wajib dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya. 

Terpopuler

Artikel Terbaru