Ia berharap budaya riset yang telah tumbuh di lingkungan sekolah dapat terus berkembang dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang berbasis pada potensi daerah.
“Kami selalu mendorong siswa untuk melihat berbagai persoalan dan potensi di sekitar mereka sebagai sumber penelitian. Kalteng memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang sangat besar untuk dikaji secara ilmiah. Dari situlah lahir penelitian yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Guru Pembina Helita berpesan agar para siswa tidak terlena dengan keberhasilan yang telah diraih.
Menurutnya, prestasi merupakan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Saya harap anak-anak tetap rendah hati dan mampu mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Teruslah mengeksplorasi kearifan lokal, baik dari sisi sains maupun sosial budaya. Lakukan penelitian dengan jujur sesuai kaidah ilmiah dan karakteristik sebuah penelitian. Yang terpenting, teruslah belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sebagai bekal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tegas Helita.
Keberhasilan meraih tiga medali emas dan dua medali perak sekaligus tampil memperkenalkan budaya Dayak pada ajang internasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan, pembinaan riset, serta pengembangan karakter peserta didik di SMAN 2 Palangka Raya.
Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik dan budaya berprestasi di sekolah. (hen/kpg)
Ia berharap budaya riset yang telah tumbuh di lingkungan sekolah dapat terus berkembang dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang berbasis pada potensi daerah.
“Kami selalu mendorong siswa untuk melihat berbagai persoalan dan potensi di sekitar mereka sebagai sumber penelitian. Kalteng memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang sangat besar untuk dikaji secara ilmiah. Dari situlah lahir penelitian yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Guru Pembina Helita berpesan agar para siswa tidak terlena dengan keberhasilan yang telah diraih.
Menurutnya, prestasi merupakan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Saya harap anak-anak tetap rendah hati dan mampu mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Teruslah mengeksplorasi kearifan lokal, baik dari sisi sains maupun sosial budaya. Lakukan penelitian dengan jujur sesuai kaidah ilmiah dan karakteristik sebuah penelitian. Yang terpenting, teruslah belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sebagai bekal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tegas Helita.
Keberhasilan meraih tiga medali emas dan dua medali perak sekaligus tampil memperkenalkan budaya Dayak pada ajang internasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan, pembinaan riset, serta pengembangan karakter peserta didik di SMAN 2 Palangka Raya.
Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik dan budaya berprestasi di sekolah. (hen/kpg)