SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran tiga proyek perubahan yang merupakan hasil inovasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Ketiga inovasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pemerintahan yang lebih cepat, efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Peluncuran dilakukan di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim. Bupati Kotim, H. Halikinnor, memberikan apresiasi kepada para peserta PKN II yang berhasil melahirkan terobosan inovatif sebagai jawaban atas tantangan pelayanan publik di era digital.
“Belum lama ini kita meluncurkan proyek perubahan. Saya sangat mengapresiasi gagasan yang dihasilkan oleh tiga peserta PKN II. Semoga inovasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan daerah,” ujar Halikinnor, Rabu (1/7).
Ia menegaskan, perkembangan teknologi menuntut pemerintah untuk terus berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, cepat, dan berkualitas.
Karena itu, berbagai terobosan yang lahir dari para pejabat di lingkungan Pemkab Kotim diharapkan menjadi fondasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan responsif.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Ko Cerdik, gagasan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim, Cok Orda Putra Legawa. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem pemerintahan berbasis teknologi.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ninuk Muji Rahayu, menghadirkan Sikades (Sistem Konsultasi Desa) yang dirancang untuk mempermudah konsultasi, koordinasi, dan pelayanan antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muslih, memperkenalkan Radar Sosial, sebuah platform pengaduan berbasis partisipasi masyarakat yang memungkinkan warga melaporkan berbagai persoalan sosial secara cepat sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Halikinnor menilai ketiga inovasi tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kotim dalam membangun pelayanan publik yang lebih responsif, inklusif, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
“Inovasi ini menjadi bukti komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang modern, responsif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat transformasi digital, saya yakin Kotim semakin siap menghadapi tantangan pelayanan di masa depan,” tegasnya.
Ia berharap proyek perubahan tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari pelatihan kepemimpinan semata, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, inovasi yang lahir dari para aparatur sipil Negara, harus mampu mendorong lahirnya terobosan baru, memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kotim.(bah/kpg)


