Hari Ke-9 Pencarian KM Virgo Transport 8: Satu Korban Kembali Ditemukan

PROKALTENG.CO– Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Senin (21/9/2026). Korban ditemukan di dalam bangkai kapal pada hari kesembilan operasi pencarian.

Jenazah yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) sekitar pukul 14.24 Wita.

Penemuan tersebut menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi pada hari kesembilan pencarian. Sebelumnya, dua jenazah juga ditemukan dari bangkai kapal pada hari yang sama.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengonfirmasi penemuan tersebut. Menurutnya, tim penyelam mengangkat jenazah dari dalam kapal menuju perahu karet sebelum dipindahkan ke KN SAR Kamajaya.

“Sore ini kami berhasil mengevakuasi kembali satu jenazah dari lokasi kejadian. Tim penyelam Basarnas mengevakuasi korban dari dalam kapal, kemudian diangkat ke Kapal SAR Kamajaya. Setelah itu, helikopter Basarnas diperintahkan untuk menjemput jenazah tersebut,” ujar Hilman.

Baca Juga :  Heboh! Mucul Habib Palsu di HST, Pakai Marga Assegaf Tapi Tak Pernah ke Masjid

Angin 27 Knot, Evakuasi Pakai Hoist

Proses evakuasi jenazah melalui udara kali ini berbeda dibandingkan operasi sebelumnya. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat helikopter HR-3601 tidak dapat mendarat di atas kapal.

Electronic money exchangers listing

Kapten Pilot Helikopter HR-3601 Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda mengatakan, kecepatan angin di lokasi mencapai lebih dari 27 knot. Kondisi tersebut membuat pendaratan tidak memungkinkan sehingga tim menggunakan metode hoist.

“Evakuasi kali ini berbeda dengan yang pertama. Sebelumnya saya bisa landing di atas kapal. Namun, karena ombak mulai tinggi dan kecepatan angin di lokasi melebihi 27 knot, pendaratan tidak memungkinkan. Kami akhirnya menggunakan metode hoist dengan tali,” terang Dimas.

Baca Juga :  Tes PCR Mahal, Banyak Penumpang yang Pakai PCR Palsu

Dengan metode tersebut, jenazah diangkat dari kapal menuju helikopter menggunakan tali.

Helikopter HR-3601 kemudian meninggalkan lokasi pencarian dan mendarat di Lanud Sjamsudin Noor sekitar pukul 17.04 Wita.

Setibanya di pangkalan udara, jenazah dipindahkan ke ambulans untuk dibawa menuju RS Bhayangkara Banjarmasin.

Diserahkan ke Tim DVI

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel untuk menjalani proses identifikasi dan pencocokan dengan data ante mortem.

Identitas korban belum diketahui saat proses evakuasi dilakukan.

Operasi SAR gabungan masih berlanjut di sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa untuk mencari kemungkinan korban lainnya. (jpg)

 

PROKALTENG.CO– Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Senin (21/9/2026). Korban ditemukan di dalam bangkai kapal pada hari kesembilan operasi pencarian.

Jenazah yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) sekitar pukul 14.24 Wita.

Penemuan tersebut menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi pada hari kesembilan pencarian. Sebelumnya, dua jenazah juga ditemukan dari bangkai kapal pada hari yang sama.

Electronic money exchangers listing

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengonfirmasi penemuan tersebut. Menurutnya, tim penyelam mengangkat jenazah dari dalam kapal menuju perahu karet sebelum dipindahkan ke KN SAR Kamajaya.

“Sore ini kami berhasil mengevakuasi kembali satu jenazah dari lokasi kejadian. Tim penyelam Basarnas mengevakuasi korban dari dalam kapal, kemudian diangkat ke Kapal SAR Kamajaya. Setelah itu, helikopter Basarnas diperintahkan untuk menjemput jenazah tersebut,” ujar Hilman.

Baca Juga :  Heboh! Mucul Habib Palsu di HST, Pakai Marga Assegaf Tapi Tak Pernah ke Masjid

Angin 27 Knot, Evakuasi Pakai Hoist

Proses evakuasi jenazah melalui udara kali ini berbeda dibandingkan operasi sebelumnya. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat helikopter HR-3601 tidak dapat mendarat di atas kapal.

Kapten Pilot Helikopter HR-3601 Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda mengatakan, kecepatan angin di lokasi mencapai lebih dari 27 knot. Kondisi tersebut membuat pendaratan tidak memungkinkan sehingga tim menggunakan metode hoist.

“Evakuasi kali ini berbeda dengan yang pertama. Sebelumnya saya bisa landing di atas kapal. Namun, karena ombak mulai tinggi dan kecepatan angin di lokasi melebihi 27 knot, pendaratan tidak memungkinkan. Kami akhirnya menggunakan metode hoist dengan tali,” terang Dimas.

Baca Juga :  Tes PCR Mahal, Banyak Penumpang yang Pakai PCR Palsu

Dengan metode tersebut, jenazah diangkat dari kapal menuju helikopter menggunakan tali.

Helikopter HR-3601 kemudian meninggalkan lokasi pencarian dan mendarat di Lanud Sjamsudin Noor sekitar pukul 17.04 Wita.

Setibanya di pangkalan udara, jenazah dipindahkan ke ambulans untuk dibawa menuju RS Bhayangkara Banjarmasin.

Diserahkan ke Tim DVI

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel untuk menjalani proses identifikasi dan pencocokan dengan data ante mortem.

Identitas korban belum diketahui saat proses evakuasi dilakukan.

Operasi SAR gabungan masih berlanjut di sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa untuk mencari kemungkinan korban lainnya. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru