PROKALTENG.CO-Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri menetapkan nakhoda KM Virgo Transport 8, Arief Yunianto, sebagai tersangka.
“Perkara sudah dilimpahkan ke Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Saat ini sudah ditangani dan saat ini kita sementara sudah menetapkan tersangka nakhodanya dan sudah dilakukan penahanan,” terang Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Kukuh Prabowo, Rabu (30/9) di Jakarta.
Ia juga memastikan pemeriksaan masih terus berjalan untuk menelusuri potensi adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab atas peristiwa kecelakaan laut tersebut. “Pemeriksaan sementara masih berlanjut untuk mencari para pihak yang bisa dimintai pertanggungjawabannya,” imbuhnya.
Sisi lain, operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus diperluas. Hingga kemarin sore, empat jenazah ditemukan melalui penyisiran darat di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Dengan jumlah temuan itu, maka masih ada 57 korban yang dalam pencarian.
Satu jenazah pertama ditemukan di wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara. Penemuan pada pukul 01.07 WIB dan informasinya diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya pada pukul 07.55 WITA.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Sukamara untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut. Selanjutnya, tiga jenazah kembali ditemukan di Sungai Teruntum, Kecamatan Sungai Hilir, Kabupaten Seruyan. Ketiganya ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 13.30 WIB, dengan informasi penemuan diterima pada pukul 15.17 WITA.
SMC Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Basarnas juga memperluas operasi ke wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) karena adanya kemungkinan korban terbawa arus hingga wilayah tersebut.
Sebelum temuan terbaru, Putu mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor SAR Pontianak untuk menggelar operasi di wilayah Kalbar. “Siapa tahu kemungkinan-kemungkinan korban itu bisa muncul di daerah itu. Jadi sudah kita laksanakan komunikasi dan koordinasi,” ujarnya, Rabu (30/9) malam.
Koordinasi juga dilakukan dengan unsur SAR di Surabaya dan Semarang. Jaringan pencarian diperluas dengan melibatkan kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran di sekitar lokasi kejadian. Basarnas masih mengaktifkan e-broadcast melalui Basarnas Command Center (BCC).
Dalam operasi Rabu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya juga menerima informasi mengenai satu life craft (sekoci) yang telah memasuki wilayah Natai Kuini, Kabupaten Ketapang, Kalbar. Lokasinya berada sekitar 7 nautical mile (NM) dari wilayah Kabupaten Sukamara di Kalteng.
Putu mengatakan pemantauan terhadap temuan tersebut telah dilakukan. Namun, pemeriksaan sejauh ini belum menemukan indikasi adanya penumpang di dalam life craft tersebut. “Sudah dilaksanakan pengecekan juga, namun life craft itu kosong, belum ada indikasi ada penumpang di dalamnya,” katanya.
Selain pengerahan SRU darat dan laut, Basarnas juga meminta dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui distrik navigasi dan stasiun radio pantai. Permintaan tersebut dilakukan melalui Maklumat Pelayaran atau MAPEL agar informasi pencarian dapat disiarkan kepada kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran.
Dengan pola itu, pencarian tidak hanya mengandalkan tim yang berada di lokasi. Kapal-kapal yang melintas juga menjadi bagian dari jaringan pemantauan untuk menemukan kemungkinan korban yang terbawa arus atau berada jauh dari titik kecelakaan.
Di lokasi bangkai KM Virgo Transport 8, tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan kembali melakukan penyisiran di bagian dalam kapal. Namun, hingga Rabu sore, belum ada korban tambahan yang ditemukan dari operasi penyelaman tersebut. (van/mof/jpg)


