NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Media sosial kembali dihebohkan dengan dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamandau. Istri sah dari oknum pegawai tersebut mengunggah bukti percakapan mesra antara suaminya dengan seorang wanita yang diduga merupakan rekan kerja satu kantor berstatus PPPK.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu kemarin (29/4/2026), sang istri yang berinisial H membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara suaminya dengan wanita yang disimpan dengan nama samaran “Lyly”.
Percakapan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, H memperlihatkan serangkaian percakapan WhatsApp yang sangat intens dan vulgar. Dalam obrolan tersebut, tersirat kuat bahwa keduanya kerap berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi, bahkan diduga melakukan hubungan terlarang di area perkantoran.
Berdasarkan bukti tangkapan layar yang dibagikan, percakapan antara sang suami dengan wanita bernama samaran “Lyly” menunjukkan tingkat keintiman yang tidak wajar sebagai rekan kerja.
Adapun Dalam sebuah tangkapan layar percakapan sore hari, Lyly tampak mengirimkan pesan mesra yang mengarah pada kejadian yang baru saja terjadi. Lyly menulis, “Knya pusing syg”, kemudian dilanjutkan dengan pesan tak lama kemudian, “Apa kurang kah tdi 😁”.
Percakapan itu sangat kuat mengisyaratkan bahwa keduanya baru saja melakukan suatu aktivitas bersama. Lebih jauh, Lyly juga mengirimkan pesan berbunyi, “Dasarrrrr udh 3 kali lo tdii😂” dan diakhiri dengan, “Tp tei udh lemes dia beb”. Pesan-pesan ini diduga kuat merujuk pada aktivitas hubungan badan.
Dalam tangkapan layar lain yang tertanggal 23 April 2026, percakapan menunjukkan rencana pertemuan yang direncanakan dengan hati-hati di lingkungan kantor.
Lyly mengirimkan pesan, “Aku pura2 plg dlu ahahah” dan “Aku mau ke kantr”. Ini merupakan kalimat langsung yang menunjukkan rencana tindakan pura-pura untuk bisa bertemu kembali.
Secara tidak langsung, percakapan ini memperlihatkan upaya Lyly untuk menyelinap kembali ke kantor setelah jam kerja usai atau saat situasi dirasa aman.
Hal ini diperkuat dengan pertanyaan langsung Lyly selanjutnya, “Udh sepi kah syg”. Pertanyaan ini sangat indikatif akan niat untuk bertemu tanpa ketahuan orang lain, mengingat pertemuan tersebut direncanakan untuk dilakukan di tempat kerja yang seharusnya formal.
Istri sah melalui takarir (caption) unggahannya Rabu (29/4/2026), menyatakan bahwa sang suami sebenarnya telah mengakui semua perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga besar. Namun, ia memutuskan untuk memviralkan kasus ini karena pihak ketiga (pelakor) tidak menunjukkan itikad baik.
“Awalnya saya mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan baik-baik, tapi dari pihak yang bersangkutan tidak ada itikad baik untuk mengakui dan meminta maaf secara langsung kepada saya,” tulis H dalam unggahannya.
Ia juga berharap agar instansi terkait dapat bersikap profesional dan transparan dalam menangani kasus ini.
“Saya berharap instansi terkait dapat bersikap kooperatif, profesional, dan transparan dalam menangani hal ini, agar ada kejelasan serta keadilan bagi semua pihak,” ungkapnya.
Menanggapi kabar yang beredar luas di masyarakat ini, pihak berwenang mulai memberikan atensi. Inspektur Kabupaten Lamandau, Drs. Tahan Sandi, saat dikonfirmasi pada Rabu sore (29/4) menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran etik tersebut.
“Belum ada pak, terimakasih informasinya,” kata Tahan Sandi singkat saat dihubungi awak media, melalui pesan WhatsApp.
Meskipun belum ada laporan resmi, viralnya bukti-bukti percakapan ini menjadi sorotan publik yang menuntut adanya tindakan tegas jika terbukti adanya pelanggaran disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamandau.
Komentar di bawah menunjukkan pola umum netizen saat ini yang cenderung lebih mendukung transparansi public, dan mendorong adanya sanksi administratif (pemecatan/disiplin) bagi oknum yang melanggar kode etik profesi.
“Ternyata benar ya, kalau sudah selingkuh, logikanya mati. Berani-beraninya main di area kantor. Kasihan anak istrinya di rumah kalau lihat bukti sejelas ini,” ungkap salah satu pengikut Sosmednya.
“Astaghfirullah KA yang kuat ya,” tulisnya.
“Selingkuh itu penyakit, dan apapun itu pasti akan jadi trauma yang dalam buat kamu, hingga jika memilih melanjutkan bersama dan menata ulang kepingan yang retak udah gak bisa sama seperti awal lagi, membangun kepercayaan sama hubungan yang dirusak oleh perselingkuhan itu susah gak mudah perlu energi yg kuat. Tapi apapu itu semoga Allah mudahkan urusanmu, dan di beri jalan terbaik,” cetusnya.
“Semoga dinas terkait dan inspektorat bersikap tegas,” harap para pengikut sosmednya. (bib)


