Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini, giliran Bupati Pemalang, Jawa Tengah Anom Widiyantoro yang disaar tim antirasuah pada Selasa (28/7).
Selain meringkus Anom, tim juga menangkap sejumlah pihak-pihak lain yang dinilai terkait dengan praktik rasuah yang dilakukan sejumlah pihak.
Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK menyita sejumlah uang sebagai barang bukti dalam perkara hukum yang sedang ditanganinya.
Selain itu, tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan Operasi Perangkat Daerah (OPD) seperti ruangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Tak hanya itu, tim KPK juga menyegel dua rumah di Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang.
Terkait adanya operasi kedap ini, Wakil Ketua KPK Fitroch Rochcayanto membenarkannya. “Benar (OTT Bupati Pemalang-Red)-,” kata Fitroch kepada JawaPos.com (grup prokalteng.co), Rabu (29/7).
Kendati demikain, Fitroch belum menjelaskan secara detail, ihwal perkara yang menjadi pangkal kepala daerah di Jateng ini dilakukan penangkapan.(jpc)
Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini, giliran Bupati Pemalang, Jawa Tengah Anom Widiyantoro yang disaar tim antirasuah pada Selasa (28/7).
Selain meringkus Anom, tim juga menangkap sejumlah pihak-pihak lain yang dinilai terkait dengan praktik rasuah yang dilakukan sejumlah pihak.
Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK menyita sejumlah uang sebagai barang bukti dalam perkara hukum yang sedang ditanganinya.
Selain itu, tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan Operasi Perangkat Daerah (OPD) seperti ruangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Tak hanya itu, tim KPK juga menyegel dua rumah di Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang.
Terkait adanya operasi kedap ini, Wakil Ketua KPK Fitroch Rochcayanto membenarkannya. “Benar (OTT Bupati Pemalang-Red)-,” kata Fitroch kepada JawaPos.com (grup prokalteng.co), Rabu (29/7).
Kendati demikain, Fitroch belum menjelaskan secara detail, ihwal perkara yang menjadi pangkal kepala daerah di Jateng ini dilakukan penangkapan.(jpc)