NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Kepergian tragis Hetty Noviani (29) di tangan kekasihnya sendiri, Arif (30) meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi masyarakat Kabupaten Lamandau. Di tengah duka tersebut, gelombang solidaritas muncul untuk membasuh air mata kedua anak korban yang kini harus kehilangan tumpuan hidupnya.
Kedua anak mendiang yang masing-masing berusia 8 tahun (kelas 2 SD) dan 3 tahun, kini menjadi perhatian utama warga. Nasib mereka yang masih sangat belia memicu berbagai elemen masyarakat untuk bergerak menggalang bantuan.
Kelompok UMKM Lamandau menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat. Melalui aksi penggalangan dana yang dibuka selama dua hari, mereka berhasil mengumpulkan donasi sebesar jutaan rupiah.
Kurnia, salah satu relawan dari UMKM Lamandau mengungkapkan bahwa aksi ini murni didasari rasa kemanusiaan dan keprihatinan yang mendalam terhadap nasib anak-anak korban.
“Kami kasihan dengan anak korban. Anak sekecil itu sudah ditinggal kedua orang tuanya. Semoga diberi ketabahan dan diangkat derajatnya. Semoga orang-orang di sekitarnya bisa menyayanginya,” ujar Kurnia kepada wartawan, Rabu (28/1).
Tak hanya warga umum, lingkungan sekolah tempat anak sulung korban menimba ilmu juga turut menunjukkan kepedulian. Pihak sekolah menginisiasi penggalangan donasi selama dua hari yang melibatkan seluruh murid dan orang tua murid.
Meski statusnya adalah murid pindahan yang baru sekitar 3–4 bulan bersekolah di Nanga Bulik, sosok anak korban dikenal sangat baik di mata para guru.
Salah satu guru menyebutkan bahwa anak tersebut adalah pribadi yang pintar dan mandiri. Terkadang ia diantar oleh ibunya, namun tak jarang ia berjalan kaki dengan ceria bersama teman-temannya menuju sekolah.
“Hingga dua hari pascakejadian, anak sulung korban diketahui belum kembali beraktivitas di sekolah. Pihak sekolah bersama teman-teman sekelasnya telah merencanakan untuk menyerahkan langsung bantuan yang terkumpul saat ia kembali bersekolah nanti sebagai bentuk dukungan moral,” tuturnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya saling menjaga, dan bantuan yang mengalir diharapkan mampu meringankan beban masa depan kedua anak yang kini telah menjadi yatim piatu tersebut. (bib)


