Pemotor Pakai Senter di Kepala Gantikan Lampu, Polisi Angkat Bicara

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Fenomena pemotor pakai senter di kepala sebagai pengganti lampu kendaraan marak ditemukan di jalan lintas Kalimantan, wilayah Kabupaten Lamandau. Aksi nekat ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan karena jalur tersebut padat kendaraan besar dan minim penerangan di sejumlah titik.

Penggunaan senter sebagai lampu motor dinilai sangat berisiko. Selain tidak memenuhi standar keselamatan, cahaya yang dihasilkan tidak mampu memberi visibilitas optimal bagi pengendara lain, sehingga rawan memicu kecelakaan, terutama pada malam hari maupun saat cuaca buruk.

Ironisnya, praktik ini kian sering terlihat. Sejumlah pengendara tetap melaju tanpa lampu depan dan lampu rem yang berfungsi, lalu menggantinya dengan senter yang diikat di kepala.

Baca Juga :  Tenggelam, Abdurrahman Ditemukan 28 Km dari Lokasi Kejadian, Begini Kondisinya

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menegaskan pihaknya banyak menemukan pelanggaran terkait kelengkapan teknis kendaraan, khususnya lampu. Menurutnya, kondisi jalan lintas Kalimantan yang belum sepenuhnya terang membuat lampu kendaraan menjadi faktor keselamatan utama.

“Kami sangat menyayangkan masih ada pengendara yang mengabaikan keselamatan dengan tidak menyalakan atau tidak merawat lampu kendaraannya. Menggunakan senter di kepala jelas bukan solusi karena cahayanya tidak terlihat jelas oleh pengendara lain, baik dari depan maupun belakang. Ini sangat berisiko memicu kecelakaan,” ujarnya saat dibincangi, Jumat (24/4).

Ia mengingatkan, lampu depan dan lampu rem merupakan alat komunikasi penting antar pengguna jalan.

“Kalau lampu mati, pengendara lain akan kesulitan membaca pergerakan kendaraan di depannya, terutama pada malam hari atau saat hujan,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Paman di Gunung Mas Tega Nodai Keponakan, Aksi Bejat Dilakukan di Rumah Korban

Sebagai langkah antisipasi, Polres Lamandau melalui Satlantas akan meningkatkan patroli di titik rawan, disertai edukasi hingga penindakan tegas bagi pelanggar.

“Kami minta masyarakat tidak egois di jalan dan selalu mengutamakan keselamatan bersama demi menekan angka kecelakaan di wilayah Lamandau,” tandasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Fenomena pemotor pakai senter di kepala sebagai pengganti lampu kendaraan marak ditemukan di jalan lintas Kalimantan, wilayah Kabupaten Lamandau. Aksi nekat ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan karena jalur tersebut padat kendaraan besar dan minim penerangan di sejumlah titik.

Penggunaan senter sebagai lampu motor dinilai sangat berisiko. Selain tidak memenuhi standar keselamatan, cahaya yang dihasilkan tidak mampu memberi visibilitas optimal bagi pengendara lain, sehingga rawan memicu kecelakaan, terutama pada malam hari maupun saat cuaca buruk.

Ironisnya, praktik ini kian sering terlihat. Sejumlah pengendara tetap melaju tanpa lampu depan dan lampu rem yang berfungsi, lalu menggantinya dengan senter yang diikat di kepala.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tenggelam, Abdurrahman Ditemukan 28 Km dari Lokasi Kejadian, Begini Kondisinya

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menegaskan pihaknya banyak menemukan pelanggaran terkait kelengkapan teknis kendaraan, khususnya lampu. Menurutnya, kondisi jalan lintas Kalimantan yang belum sepenuhnya terang membuat lampu kendaraan menjadi faktor keselamatan utama.

“Kami sangat menyayangkan masih ada pengendara yang mengabaikan keselamatan dengan tidak menyalakan atau tidak merawat lampu kendaraannya. Menggunakan senter di kepala jelas bukan solusi karena cahayanya tidak terlihat jelas oleh pengendara lain, baik dari depan maupun belakang. Ini sangat berisiko memicu kecelakaan,” ujarnya saat dibincangi, Jumat (24/4).

Ia mengingatkan, lampu depan dan lampu rem merupakan alat komunikasi penting antar pengguna jalan.

“Kalau lampu mati, pengendara lain akan kesulitan membaca pergerakan kendaraan di depannya, terutama pada malam hari atau saat hujan,” jelasnya.

Baca Juga :  Paman di Gunung Mas Tega Nodai Keponakan, Aksi Bejat Dilakukan di Rumah Korban

Sebagai langkah antisipasi, Polres Lamandau melalui Satlantas akan meningkatkan patroli di titik rawan, disertai edukasi hingga penindakan tegas bagi pelanggar.

“Kami minta masyarakat tidak egois di jalan dan selalu mengutamakan keselamatan bersama demi menekan angka kecelakaan di wilayah Lamandau,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru