Terungkap! Motif Pelaku Penusukan Ketua DPC Golkar Maluku Tenggara Dilatari Balas Dendam

Polisi mengungkap motif di balik penusukan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei pada Minggu (19/4). Berdasar keterangan yang diperoleh penyidik dari pelaku, penusukan yang menyebabkan Nus Kei kehilangan nyawa dilatari balas dendam.

”Motif (penusukan Nus Kei) berdasarkan hasil pemeriksaan adalah balas dendam,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi pada Senin (20/4).

Rosita memastikan, pelaku mengenal Nus Kei. Sehingga tidak lagi disebut sebagai orang tidak dikenal atau OTK. Sesuai dengan penanganan kasus yang dilakukan oleh polisi, peristiwa penusukan Nus Kei terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.

Baca Juga :  Kasus Asusila di Kotim, Pelaku Berusia 18 Tahun Ditahan

”Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga Pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ucap Rositah.

Peristiwa penusukan terjadi sesaat setelah Nus Kei tiba di bandara tersebut. Oleh keluarganya, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT. Namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka tusuk yang dialami.

Pasca kejadian itu, Polres Maluku Tenggara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap 2 orang pelaku. Masing-masing berinisial HR dengan umur 28 tahun dan FU yang berumur 36 tahun. Keduanya langsung diperiksa secara intensif.

Kepada seluruh jajaran di Polres Maluku Tenggara, Polda Maluku meminta menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tuntas. Mereka juga meminta semua pihak menahan diri. Sebab, kasus penusukan itu sudah ditangani oleh aparat kepolisian.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dua Hari Pencarian, Korban Terkaman Buaya Sungai Mentaya Ditemukan

”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” kata Rositah.(jpc)

Polisi mengungkap motif di balik penusukan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei pada Minggu (19/4). Berdasar keterangan yang diperoleh penyidik dari pelaku, penusukan yang menyebabkan Nus Kei kehilangan nyawa dilatari balas dendam.

”Motif (penusukan Nus Kei) berdasarkan hasil pemeriksaan adalah balas dendam,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi pada Senin (20/4).

Rosita memastikan, pelaku mengenal Nus Kei. Sehingga tidak lagi disebut sebagai orang tidak dikenal atau OTK. Sesuai dengan penanganan kasus yang dilakukan oleh polisi, peristiwa penusukan Nus Kei terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kasus Asusila di Kotim, Pelaku Berusia 18 Tahun Ditahan

”Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga Pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ucap Rositah.

Peristiwa penusukan terjadi sesaat setelah Nus Kei tiba di bandara tersebut. Oleh keluarganya, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT. Namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka tusuk yang dialami.

Pasca kejadian itu, Polres Maluku Tenggara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap 2 orang pelaku. Masing-masing berinisial HR dengan umur 28 tahun dan FU yang berumur 36 tahun. Keduanya langsung diperiksa secara intensif.

Kepada seluruh jajaran di Polres Maluku Tenggara, Polda Maluku meminta menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tuntas. Mereka juga meminta semua pihak menahan diri. Sebab, kasus penusukan itu sudah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :  Dua Hari Pencarian, Korban Terkaman Buaya Sungai Mentaya Ditemukan

”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” kata Rositah.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru